Berita

Rudiantara/Net

Wawancara

WAWANCARA

Rudiantara: Koordinator Badan Siber Dari Kantor Menko Polhukam, Sekarang Transisi

SABTU, 03 JUNI 2017 | 11:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pria kelahiran Bogor, 3 Mei 1959 ini mengungkapkan, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 53 tahun 2017 tentang pembentukan Badan Siber Sandi Nasional (BSSN) pada 19 Mei 2017. Dengan terbitnya payung hukum tersebut, praktis BSSN bisa langsung berop­erasi. Saat ini, dikatakan Menteri Rudiantara, BSSN tengah dalam masa transisi.

Sekadar informasi, pemben­tukan BSSN telah dicanangkan sejak Januari 2017 oleh Presiden Jokowi. Target utamanya adalah untuk menangkal segala bentuk fitnah, kabar bohong atau hoax di dunia maya serta mencegah terorisme siber (cyber terrorism) dan penyebaran paham radikal melalui media sosial.

Nantinya, lanjut Menteri Rudiantara, BSSN akan dikomandoi oleh Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Berikut penjelasan Menteri Rudiantara tentang BSSN dan komentarnya terkait perang harga di industri operator seluler;


Bagaimana kelanjutan dari rencana pembentukan BSSN?
Sudah keluar Perpresnya. Sudah diundangkannya akhir Mei kemarin. (Sekitar) tanggal 23 Mei kalau nggak salah.

Nanti apa saja sih tugas dari BSSN?
Dari mulai deteksi, pence­gahan kemudian kalau sampai terkena berarti sampai recovery. Transisi dapat dilakukan segera.

Menurut Anda, kehadiran BSSN sudah mendesak belum sih dengan keadaan siber di dalam negeri?
Ini memang sudah lama di­usulkan. Saya sendiri mengang­kat ke Presiden dari tahun 2015

Apa ada hubungannya den­gan banyaknya situs-situs di dalam negeri yang diretas?
Ya nanti itu termasuk di da­lamnya. Bagaimana serangan siber di dunia maya ini luar biasa masif, seperti serangan ransom­ware wannacry kemarin. Maka kita harus siapkan BSSN ini.

Apa nanti akan ada penguatan di masing-masing lembaga?
Oh iya dong. Oleh karenanya kan Kominfo sudah menyiapkan rujukan untuk cyber security, terutama untuk di tiga critial infrastructur, yaitu keuangan perbankan, transportasi sama energi. Nanti ditambah lagi, ada pendidikan, kesehatan dan macam-macam. Tapi ketiga ini yang paling penting. Secara in­ternasional memang fokus pada ketiga itu.

Terus kapan rencananya BSSN akan dilaunching?
(Lauchingnya) Tunggu saja. Kan masih masa transisi. Yang penting (Perpresnya) sudah ditandatangani oleh Presiden.

Di Polri kan ada Direktorat Cyber Crime, apakah akan dilibatkan juga menjadi ang­gota BSSN ini?
Oh dalam pembahasan iya (dilibatkan). Itu kan masuk Menko Polhukam, bukan hanya Menkominfo saja yang dik­oordinir namun Polri, TNIdan beberapa lembaga di bawah Kemenko Polhukam.

Apa akan ada langkah 'bedol desa' dari Kominfo ke BSSN?
Nanti Direktorat Keamanan di tempat saya. Koordinatornya Lembaga Sandi Negara seka­rang, kemudian Direktorat Keamanan dari Kominfo. Tentu nanti akan ditambahkan lagi.

Nanti koordinator untuk BSSN siapa?
Koodinatornya dari kantor Menko Polhukam. Dari Presiden melalui Menko Polhukam. Dalam rapat di DPR, bahkan Kominfo diberikan kewenan­gan blokir, namun bukan hanya akunnya tapi penyelenggaranya juga bisa diblok.

Soal lain. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti maraknya praktik perang harga oleh operator seluler. Tanggapan Anda?
Kompetesi artinya ada pi­lihan harga dan pilihan jenis pelayanan kepada masyarakat, kita harus dorong terus. Karena kompetisi menciptakan efisiensi. Hanya dalam kompetisi itu harus rasional. Karena kalau kompetisi kita tidak hanya melihat siapa yang menang tapi industrinya harus tumbuh. Kalau dalam kompetisi harganya tidak ra­sional atau jual rugi, nanti yang rugi masyarakat. Karena apa, bagaimana (operator) menda­patkan biaya pemeliharaannya kalau dia jualannya rugi. Jadi kalau misalnya kompetisinya tidak rasional hanya murah-murahan harga nanti yang rugi masyarakat, karena pasti pe­layanannya turun. Hanya operator yang untung yang punya pelayanan baik.

Kalau begitu, perusahaan yang kuat yang akan mengusai pasar?
Itu namanya predator price. Itu dilakukan oleh perusahaan yang mengusai pasar, market leader. Nah itu teknisnya KPPU. Kita kerjasama dengan KPPU kok.

Oh ya, saat ini marak tinda­kan persekusi yang berasal dari media sosial, langkah Kominfo apa saja dalam kasus ini?
Wah itu nggak boleh. Kalau saya di dunia maya, itu blok gampang. Namun tidak di dunia nyata. Perlindungan tidak hanya diberikan di dunia maya saja tapi perlindungan fisik. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya