Berita

Geng Motor/RMOL

Pertahanan

Pelaku Geng Motor Bersenjata Tajam Sengaja Bacok Korban Demi Eksistensi

SABTU, 03 JUNI 2017 | 05:10 WIB | LAPORAN:

Aksi geng motor bersajam yang dibekuk tim Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) sudah melukai korbannya lebih dari 10 kali. Hal itu diakui oleh salah satu pelaku Bayu Judanto yang masih berusia 18 tahun.

"Sudah 15 (bacok) kali," ungkap Bayu saat ditanyakan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan di Mainhall PMJ, Jumat (2/6).

Beberapa titik yang menjadi area Bayu beraksi mencakup seluruh wilayah hukum PMJ  jajaran. Khususnya di kawasan Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan.


"Ada banyak, Pak. Ada di Cipinang Melayu, Mampang Prapatan, Depok Sukmajaya, Limo, Bekasi Kota Jati Waringin, Pondok Gede, Jati Asih," tuturnya.

Sementara itu Kapolda mengatakan jika aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk eksistensi para anggota geng motor. Namun, tidak menutu kemungkinan sebagai media mencari uang.

"Mereka mencari jari diri. Kalau bisa melukai korban, pangkatnya naik. Ada grade-nya juga. Selain (mencari) jati diri, cari uang juga. Bonus dapat HP atau motor," urai Kapolda yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Kapolda juga mengimbau kepada pihak keluarga untuk mengawasi anak remajanya agar tidak terjerumus ke kelompok tersebut. Salah satunya, lewat peran orang tua sebagai pengawas dalam keluarga.

"Orang tua harus lebih memonitor kegiatan anak mereka. Setiap kegiatan, tidak boleh lepas dari pantauan orang tua," demikian Iwan Bule.

Sebelumnya, Subdit Jatanras Dit Reskrimum PMJ mengamankan 28 anggota geng motor bersajam yang kerap melukai korbannya. Saat ini, mereka telah diamankan untuk menjalani proses hukum selanjutnya.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya