Berita

Foto/Net

Hukum

Dua Terduga Pelaku Intimidasi Berprofesi Tukang Ojek Dan Atlet Silat

JUMAT, 02 JUNI 2017 | 09:55 WIB | LAPORAN:

. Polisi menegaskan telah mengamankan dua terduga pelaku intimidasi di Cipinang Muara, Jakarta Timur (Jaktim), Kamis (1/6).

Keduanya, M (52) dan U (22), diduga terlibat langsung terkait main hakim dengan kekerasan fisik terhadap Putra Mario Alfian (15).

"M (52) berprofesi sebagai tukang ojek dan U (22) atlet pencak silat," ungkap Kapolrestro Jaktim Komisaris Besar, Andry Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/6).


Menurut Andry, saat ini keduanya telah dilimpahkan ke Polda Metro Metro Jaya (PMJ) untuk diperiksa. Untuk status keduanya, masih sebagai terduga.

"Saat ini, statusnya masih terduga pelaku," tegas Andry.

Sebelumnya, beredar video viral aksi kekerasan sejumlah pria yang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI), terhadap Putra.

Semula, sekelompok pria berpeci mulai menginterogasi remaja berkacamata itu. Dirinya "disidang" pasal unggahan di media sosial (medsos) yang menyinggung organisasi FPI dan pimpinan mereka M. Rizieq Shihab.

Salah satunya, menyebut FPI sebagai kependekan dari Front Pengangguran Indonesia. Ia juga menyebut ulama FPI main di hotel yang terkenal lantaran adanya prostitusi terselubung. Serta menantang duel satu lawan satu pihak-pihak yang tak terima dengan pernyataannya.

Dalam prosesnya, remaja tersebut juga dianiaya oleh dua orang dalam kerumunan. Ancaman dan pernyataan yang menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), juga sempat terdengar dalam video berdurasi dua menit itu.

Kasus ini tak hanya ditangani penyidik Polrestro Jaktim, tapi juga PMJ. Untuk pemeriksaan saksi-saksi juga sudah dilakukan.

"(Saksi-saksi) udah diperiksa di Polda. Polres juga nangani. Jadi rame-rame Polda dan Polres (yang tangani)," terang Andry.

Lebih lanjut, Andry meminta agar peristiwa serupa tak terulang. Aksi main hakim sendiri dinilai tak perlu dilakukan. Ia meminta masyarakat untuk saling bertoleransi satu sama lain, agar hubungan yang harmonis antar warga, bisa terjaga.

"Semua itu ada mekanismenya. Jangan main hakim sendiri. Namanya toleransi itu harus menjaga perasaan orang lain. Kalau tidak mau dicubit, jangan nyubit orang. Kalau gak mau disakiti, jangan menyakiti orang," demikian Andry. [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya