Berita

Diskusi FLI/net

Nusantara

Peringatan Dari Gunung Kidul: Masyarakat Harus Hidupkan Lagi Budaya "Sapa Aruh"

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 19:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menguji kembali ideologi Pancasila merupakan kerjaan yang sia-sia. Pancasila telah teruji melindungi segala perbedaan yang ada di tengah masyarakat Indonesia dan itu telah terbukti dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Dengan menjadi dasar negara, Pancasila akan tumbuhkembang dalam lintas generasi bangsa sebagai dasar pemikiran, sikap, perkataan dan perbuatan dalam merawat kehidupan damai Indonesia.

Demikian disampaikan Koordinator Forum Lintas Iman (FLI) Gunung Kidul Aminudin Aziz saat Sarasehan Kebangsaan Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (1/6).


"Oleh karena itu, untuk menghilangkan keragu-raguan atas ideologi Pancasila, masyarakat Gunung Kidul, Yogyakarta menghidupkan lagi budaya “sapa aruh” (Saling Menyapa) untuk meningkatkan kepedulian antar warga masyarakat tanpa harus mempersoalkan perbedaan," kata Aziz.

Budaya ini kata dia diharapkan dapat menghilangkan sekat-sekat solidaritas yang selama ini terhambat oleh pemikiran sempit warga masyarakat atas isu perbedaan keyakinan.

“Peringatan hari lahir Pancasila menjadi momentum pentingnya hidup bernegara anak bangsa yang akhir-akhir mulai kendor karena masifnya gerakan rasis dan intolera. Akhir-akhir ini kehidupan bangsa kita menjadi terkoyak dengan munculnya gerakan rasis dan intoleran yang merusak tatanan persatuan nasional. Kami ingin melalui kegiatan ini dapat memperkokoh kembali semangat persaudaraan dan persatuan,"  jelasnya.

Aziz juga mengingatkan, keberagaman yang ada ditengah masyarakat seharusnya tidak menjadi potensi perpecahan, tetapi justru sebagai kekayaaan dam kekuatan besar bagi Indonesia yang harus dirawat setiap generasi. FLI mengajak semua pihak meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar berkehidupan bersama di Indonesia.

“Meragukan dan menguji Pancasila hanya akan menjadi kerjaan yang hanya sia-sia. 1 Juni 1945 sudah selesai mendebatkan Pancasila. Tentu yang tidak sepakat pancasila boleh kabur dan silahkan meninggalkan Indonesia," tandas tokoh muda NU itu.

Pancasila kata Aziz sudah final sebagai rumusan dalam mengikat segala bentuk perbedaan yang ada, baik suku, golongan dan adat budaya, maupun perbedaan agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia.

Sejak Soekarno dan para pendiri bangsa meyakini Pancasila dengan rumusan lima sila sebagai pokok dasar memulai negara ini, Aziz menekankan tidak ada alasan bagi pemerintah pusat dan daerah memberi ruang gerak kelompok yang ingin mencoba-coba ideologi baru dan merongrong Pancasila.

"Lahirnya Pancasila membuktikan Indonesia ini tidak dibangun azaz tunggal agama atau kepercayaan tertentu. Tetapi Indonesia dibangun justru atas azaz perbedaan dan keberagaman yang menjadi satu kekutan. Jadi Pancasila sudah selesai untuk diperdebatkan sejak 1 Juni 1945. Ini perlu ditanamkan pada generasi muda," tandas Aziz.[san]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya