Berita

Politik

Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Diharapkan Tidak Elitis

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 12:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) yang baru saja diresmikan lewat Peraturan Presiden Nomor. 54/2017 diharapkan dapat mensinergikan program kerja dengan program Nawacita.

Unit kerja ini diharapkan tidak elitis dan harus down to earth. Yang artinya, bergerak cepat untuk merekonsolidasikan pemahaman Pancasila ke seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada kalangan generasi muda.

"Intinya proses pembangunan itu dapat menyentuh nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, jangan sekedar hanya jargon belaka," kata analisis HAM & politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, Kamis (1/6).


Menurutnya, sudah saatnya perlu dikembalikan semangat nasional agar Pancasila dapat dijadikan pedoman bagi setiap penyelenggara negara, partai politik dan organisasi masyarakat.

"Impelementasi pembangunan di segela sektor yang dilakukan oleh Presiden Jokowi patut didukung, karena terintegrasi dengan Nawacita. Akan tetapi seluruh program tersebut harus dikerjakan berlandaskan Pancasila. Seperti sila kedua, 'kemanusian yang adil dan beradab'. Artinya, proses pembangunan lewat pembebasan lahan harus menjungujung tinggi prinsip kemanusian yang beradab," papar Andy.

Ia berpandangan saat ini implementasi nilai luhur yang terkandung dalam butir sila kelima Pancasila, 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' juga belum dapat dirasakan secara adil dan merata, dikarenakan masih banyak kasus eksploitas sumber daya alam, seperti air, kekayaan tambang dan perkebunan yang dikuasi oleh kelompok kapitalis yang hanya dirasakan oleh sekelompok orang.

Bahkan tidak jarang tanah rakyat dirampas, seolah-olah tanah tersebut dimiliki oleh negara, tetapi lahannya diperuntukkan atau disewa oleh kelompok kapitalis yang tidak memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

"Pemerintah dan negara harus dapat melakukan fair distribution bagi masyarakat agar dapat mengeliminir ketimpangan pembangunan," ungkap Andy.

Selain itu, lanjut dia, perilaku korupsi dari para politisi partai, aparatur dan birokrasi masih cukup memprihatinkan. Perilaku korupsi menimbukan ketidakadilan dan ketimpangan dalam masyarakat. Selain dikategorikan sebagai Kejahatan, korupsi juga merupakan tindakan perampasan HAM dari kehidupan sejahtera.

"Untu itu, saya mengusulkan agar UKP PIP perlu semangat ketika Pancasila tersebut lahir, agar setiap elemen bangsa perlu merekatkan lagi Pancasila sebagai ideologi yang hidup sebagai landasan bagi setiap orang dalam menjalankan dan memperjuangkan cita-cita luhur bangsa. Hal tersebut perlu dilakukan agar paham-paham intoleransi dan radikalisme dengan mengatasnamakan agama tertentu dapat dicegah," demikian Andy. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya