Berita

Foto/Humas MPR

Kata Ketua KY, Indonesia Punya Banyak Sumber Etika

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 03:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Meski belum dimanfaatkan dengan baik, agama tetap merupakan sumber etika yang penting. Banyak nilai-nilai bisa digali dari agama, tidak hanya menjaga persatuan, tapi juga penggerak, pendorong, dan energi yang besar mengarahkan umat pada kesejahteraan.

Begitu kata Ketua Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Konferensi Nasional Etika Kehidupan Berbangsa di Gedung Nusantara IV Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5).  

Ia mencontohkan etika protestan dan Tokugawa Jepang yang mengajarkan sikap kedisiplinan dan kerja keras. Ajaran seperti itu, lanjutnya, terbukti mampu membawa bangsa Jepang mengalami kemajuan pesat.


"Bahkan mereka menjadi negara yang tetap memegang etika, sekaligus negara modern," jelasnya.

Selain agama, kata Aidul, Pancasila juga menjadi sumber etika. Pancasila bukan hanya pemersatu, tapi juga tempat berlindung bagi semua bangsa. Menurutnya, Pancasila harus jadi ideologi terbuka penggerak pada kemajuan.

"Budaya daerah yang jumlahnya sangat banyak, juga bisa menjadi sumber etika. Seperti Perwakilan di Minang, atau Desa Lembang Toraja. Peradilan di sana mampu mereduksi kasus ke peradilan," tambahnya.

Intinya, Sambung Aidul, upaya untuk menghidupkan etika kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah susah. Ada banyak sumber yang bisa dipakai untuk merealisasikan amanat Tap MPR No VI tahun 2001, tentang etika kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dan merekonstruksi peradilan etik bagi para pejabat negara," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya