Berita

Politik

Pertemuan Megawati Dengan Presiden Korsel Sangat Berarti

SELASA, 30 MEI 2017 | 12:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL.  Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri bertemu denan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Istana Kepresidenan selama satu jam (Senin, 29/7). Meski sejam, pertemuan singkat ini berarti.

Selain meminta Megawati untuk terlibat dalam perdamaian dua korea, Presiden Korea Selatan yang baru dilantik 10 Mei lalu ini juga berbicara tentang hubungan Korsel-Indonesia.

"Presiden Moon sepakat untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia di berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, budaya maupun pendidikan" ujar putri sulung Proklamator Indonesia ini.


Sebagai presiden yang baru terpilih, Megawati berharap agar Presiden Moon bisa melakukan perubahan yang lebih baik di kancah regional. Harapan presiden perempuan pertama Indonesia mendapat respon positif.

"Beliau berharap Indonesia bisa berperan lebih dalam meningkatkan relasi antara Korea dengan Asean. Beliau paham bahwa Indonesia punya peran penting di Asean" tandas Ketua Umum PDI Perjuangan ini usai bertemu Presiden Moon Jae-in.

Sebagai negara dengan kekuatan menengah dan berada di tengah perang pengaruh dua kekuatan besar Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan dianggap perlu membangun kerja sama dengan negara Asia lainnya.

"Selain dengan Asean, Presiden Moon juga akan mempererat hubungan dengan India" pungkas Megawati jelang terbang menuju Pulau Jeju menghadiri Jeju Forum for Peace and Prosperity ke-12.

Forum perdamaian yang digelar setiap tahun ini berbicara tentang berbagi visi bersama untuk masa depan Asia, digelar tgl 31 Mei sampai 2 Juni. Dari 75 sesi yang digelar, pembicaraan tentang Korea Selatan dan Asean mendapat porsi besar. Aliansi jurnalis Asean turut ambil bagian, begitu juga dengan mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Forum yang dihadiri 5000 politisi, aktivis lembaga swadaya masyarakat  dan jurnalis dari 70 negara Asia ini digelar di tengah-tengah boikot China atas produk-produk Korea Selatan. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya