Berita

Politik

Dunia, Jembatan Surga Semua Agama

SELASA, 30 MEI 2017 | 05:04 WIB | OLEH: HENDRA J. KEDE

PENULIS bukanlah ahli perbandingan agama, tulisan ini tidak lebih sekadar hasil kontemplasi penulis dengan segala keterbatasan ilmu penulis tentang agama-agama di dunia, khususnya agama-agama yang diakui di Indonesia.

Setelah membaca banyak tulisan, mendengar banyak penjelasan, dan merenungkannya, timbul kesan dalam diri penulis bahwa seluruh agama menjadikan kehidupan di dunia ini sebagai jembatan menuju surga kelak.

Maksud penulis adalah bahwa seluruh agama memiliki dokrin bahwa seorang insan akan mendapat tempat di surga kelak sangat erat dan sangat tergantung dengan bagaimana ia menjalani kehidupan di dunia ini.


Semua agama memiliki dokrin bahwa mencuri dan korupsi akan menjauhkan seseorang dari surga, membenci membabi buta yang tak berdasar akan menjauhkan seseorang dari surga, berbohong juga demikian, tidak amanah juga demikian, merusak alam dan lingkungan pun termasuk kategori ini, berlaku tidak adil apalagi, dan lain sebagainya.

Sehingga, menurut kotemplasi penulis, setiap insan yang menginginkan surga sudah seharusnya mengadirkan nilai-nilai sorgawi itu dalam kehidupan di dunia ini. Tanpa itu, bagaimana surga itu akan mendekat kepada kita?

Puasa Latihan Menjadi Rahmatan Lil'alamiin


Puasa dalam agama Islam pada hakikatnya juga adalah latihan bagi orang yang beriman untuk menghadirkan nilai-nilai sorgawi itu kedunia. Puasa adalah proses untuk menjadi insan yang bertaqwa yaitu insan yang mampu menghiasi kehidupan dunia ini dengan nilai-nilai sorgawi setelah Ramadhan nanti berlalu.

Sebagai seorang muslim, dalam konteks itulah penulis memahami firman Allah SWT dalam Al Quran, Surat Al Anbiya : 107

"Dan Kami (Allah) tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam"

Semoga nilai-nilai surgawi hadir dalam kehidupan kita sebagai sebuah keluarga besar bernama Bangsa Indonesia, Allahumma Amien. [***]

Penulis adalah Redaktur Khusus Kantor Berita Politik RMOL dan Sekjen Community for Press and Democracy Empowerment (PressCode)

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya