Berita

Jack Keane/net

Dunia

Jack Keane: Gelombang Serangan ISIS Akan Meningkat Selama Ramadhan

SABTU, 27 MEI 2017 | 07:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bekas Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat, Jack Keane, memprediksi akan ada peningkatan gelombang serangan teror di seluruh dunia, terutama negara-negara Barat, sepanjang bulan Ramadhan ini.  

Dalam acara dialog "The Story" di stasiun Fox News Channel, Jumat malam (26/5), Jenderal Jack Keane memperingatkan warga Barat soal kemungkinan lebih banyak serangan teroris seperti yang terjadi di Manchester pada hari Senin lalu.

"Kita akan melihat gelombang serangan di seluruh dunia. Serangan selalu meningkat pada bulan Ramadhan," ujar pensiunan bintang empat itu.


Dia merujuk pada sebuah seruan kelompok ISIS, yang disampaikan lewat media Youtube. ISIS memerintahkan para pengikutnya untuk mengobarkan "perang habis-habisan" terhadap "orang-orang kafir" di Barat.

The Telegraph memberitakan, ISIS menyerukan seluruh laki-laki Muslim di Eropa yang tidak dapat mencapai tanah negara Islam untuk berperang agar melakukan serangan teror di tempat masing-masing.

Keane mengatakan satu masalah utama dalam perang melawan teror adalah para pemimpin NATO tidak memiliki keberanian politis dan moral untuk menghadapi ancaman ISIS dan ideologi mematikan mereka.

"Sebagian besar negara-negara Eropa ini membantu ancaman radikal Islam untuk tumbuh di dalam bangsanya," kata pendiri institut The Study Of War itu.

Dia menegaskan bahwa kebijakan membuka perbatasan untuk pengungsi dan agenda multikulturalisme telah gagal.

Dia juga mengatakan bahwa ancaman tersebut terutama berasal dari kantong-kantong warga Muslim yang miskin di negara-negara Eropa, di mana ada rasa keterasingan dan pencabutan hak di antara mereka.

"Begitulah ancaman teror terus tumbuh," kata Keane yang juga pejabat pada perusahaan kontraktor militer rakasasa, Academi. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya