Berita

Pertahanan

Kampanye 'Kami Tidak Takut' Sama Saja Membiarkan Aksi Terorisme Terus Berulang

JUMAT, 26 MEI 2017 | 04:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para pejabat ramai-ramai menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk tidak takut terhadap teror. Pesan serupa juga disampaikan oleh Presiden Jokowi menyusul aksi ledakan bom yang terjadi dua kali di sekitar Terminal Kampung Melayu, pada Rabu malam.

Di media sosial juga ramai tanda pagar #kamitidaktakut.

Ketua Forum Warga Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan, mempertanyakan seruan tersebut.


"Ya memang saya sih tidak takut pada teror bom. Tapi korbannya sudah 3 orang polisi meninggal dunia dan 6 orang luka- luka akibat meledaknya bom di Terminal Kampung Melayu," ungkap Tigor lewat keterangan tertulis (Kamis, 25/5).

Dia menegaskan teror bom ini sudah terjadi beberapa kali di Jakarta termasuk yang terdekat sebelumnya di Sarinah Jakarta.

"Jika teror bom sejenis terulang terus, apa pula kita ini terus menjadi sasaran teror bom. Masih kuatkah kita mengatakan "kami tidak takut teror?" ungkapnya.

Dia menegaskan rasa takut adalah kemanusiaan kita, dan sangat manusiawi. Menurutnya, menjawab aksi terorisme dengan mengatakan "kami tidak takut" sama saja dengan membiarkan aksi terorisme terus berulang.

"Mengatakan 'kami tidak takut teror' sama saja meninabobokkan pemerintah yang lalai menjalankan tugas mengamankan rakyatnya. Menyebarkan 'kami tidak takut,' sama saja membiarkan terus negara tidak berfungsi dengan baik," tegasnya.

Kemarin malam saat menjenguk korban ledakan bom,  Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, menyampaikan pesan Presiden. Salah satunya jangan takut kepada aksi teror.

"Tindakan teror kan untuk buat kita takut. Kita tak boleh takut," jelas Teten menyampaikan pesan Presiden Jokowi. [zul]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya