Berita

Net

Politik

PDIP: Saatnya Rakyat Bangkit Dan Lawan Radikalisme

KAMIS, 25 MEI 2017 | 18:55 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengutuk keras pelaku teror bom di Terminal Kampung Melayu. Menurutnya, aksi teror yang menyebabkan tiga korban tewas dari pihak kepolisian dan belasan lainnya luka-luka itu merupakan tindakan yang sangat keji dan biadab.

"Pelakunya adalah pengecut yang melakukan aksi teror secara keji dan biadab," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (25/5).

Menurut Charles, terorisme adalah masalah yang sudah mendunia. Di mana, Indonesia pun juga tidak luput menjadi korban dari aksi tersebut.


"Aksi teror yang terjadi di berbagai belahan dunia dilatarbelakangi oleh paham radikalisme," imbuhnya.

Adapun tujuan dari pelaku teror adalah ingin menebarkan rasa ketakutan dan kecemasan publik. Pelaku teror katanya juga ingin merendahkan wibawa pemerintah sehingga timbul kekacauan di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh terpancing dan tidak perlu takut. Jangan sampai para pelaku teror mendapatkan apa yang mereka inginkan. Saya memiliki keyakinan bahwa aparat kepolisian dan aparat intelijen dapat bekerja secara efektif dalam membongkar dan memberantas jaringan teror ini," desak Charles.

Pemerintah katanya juga harus bisa memberikan rasa aman dengan menempatkan aparat kepolisian di titik-titik keramaian dan instalasi-instalasi srategis.

"Ke depan pemerintah harus tegas menindak dan memerangi penebaran kebencian dan aksi-aksi intoleran termasuk yang dilakukan melalui media sosial. Karena, intoleransi adalah benih dari radikalisme," imbau Banteng Senayan tersebut.

Lebih lanjut, Charles menambahkan, seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama pemerintah memerangi tindak pidana terorisme dengan segala aksi terornya dan faham radikalisme yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Ini adalah momentum bagi rakyat untuk bersatu," tukasnya. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya