Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pungutan Ekspor CPO Puluhan Triliun Jadi Bancakan

KAMIS, 25 MEI 2017 | 17:47 WIB | LAPORAN:

Harga energi yang sering melompat tinggi mendorong lahirnya program untuk merekayasa energi terbarukan. Hal itu terlihat sejak era pemerintahan SBY.

Sayangnya, hingga saat ini, program energi terbarukan tersebut dijadikan sarana bancakan oleh berbagai kepentingan, terutama drakula pemangsa anggaran negara.

Demikian disampaikan aktivis Petisi 28 Haris Rusly dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (25/5).


"Salah satu program energi terbarukan yang saat ini masih menjadi bancakan adalah dana perkebunan yang diambil dari pungutan ekspor CPO dari pelaku usaha perkebunan sawit,  termasuk pungutan kepada para petani sawit yang hidupnya saat ini mulai melarat," ujarnya.

Menurut Haris, dalam dua tahun terakhir, hampir 90 persen dana pungutan ekspor yang jumlahnya puluhan triliun tersebut diduga dirampok dengan menggunakan skema subsidi terhadap perusahaan industri biofuel.

Tak hanya itu, diduga kuat terjadi penyalahgunaan terhadap Penggunaan dana BPDP tersebut, yang melibatkan sebelas perusahaan raksasa sawit di Indonesia yang membangun industri biofuel menggunakan bahan baku CPO.

"Namun, penyalahgunaan dana yang sangat merugikan petani sawit tersebut hingga kini tak diaudit oleh BPK," imbuhnya.

Menurut Haris, akibat dari pungutan ekspor CPO yang dijadikan dana perkebunan sawit telah banyak merugikan para petani sawit yang berakibat pada beban pungutan.

"KPK harus bergerak cepat meyelidiki penyelewengan dana pungutan perkebunan sawit yang dipungut dari ekspor CPO sebesar 50 US dollar/ ton oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang jumlahnya puluhan triliun," tegasnya.

Lebih jauh Haris membeberkan, dana tersebut diduga diselewengkan untuk digunakan dalam skema subsidiiIndustri biodiesel. Dana subsidi biodiesel sendiri selama ini tak pernah dikontrol dan karena itu sangat rawan untuk diselewengkan, di antaranya yang sedang terjadi adalah mark up produksi biodiesel bodong.

Jika ditinjau dari segi per UU, kata Haris, penggunaan dana pungutan usaha perkebunan sawit bertentangan dengan  UU 39/2014 tentang perkebunan. Padahal, dana pungutan tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan stakeholder perkebunan seperti program replanting kebun petani plasma dan petani mandiri serta pembangunan sarana dan prasarana untuk menunjang usaha perkebunan sawit.

"Hingga kini tidak ada sepeserpun yang dialokasikan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk kepentingan dan tujuan yang digariskan oleh UU 39/2014 tentang penggunaan dana hasil pungutan ekspor CPO yang dikelola oleh BPDP Kelapa Sawit," ungkapnya.

"Sekali lagi KPK harus segera bongkar konspirasi busuk para drakula pemangsa uang rakyat yaitu konspirasi antara BPDP dengan 11 industri raksasa kelapa sawit yang menjalankan projek bodong biodiesel, yang selama dua tahun terakhir pasif tidak berproduksi, lantaran jatuh harga minyak dunia," pungkasnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya