Berita

Abdul Kharis Almasyhari/Net

Politik

Legislator: Teror Kampung Melayu Penistaan Kemanusiaan!

KAMIS, 25 MEI 2017 | 11:53 WIB | LAPORAN:

Legislator Senayan mengutuk keras aksi teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, tadi malam (Rabu, 24/5) yang menewaskan lima korban tewas dan 10 luka-luka.

"Biadab! Saya mengutuk keras aksi pemboman tersebut," tegas Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari melalui siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/5).

Menurut dia, apapun motifnya, aksi itu jelas penistaan terhadap kemanusiaan. Apalagi dilakukan jelang umat Islam hendak memasuki bulan suci Ramadhan.


Ia pribadi pun menyatakan turut berbelasungkawa atas tragedi itu dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.

"Setiap teror bom selalu menyisakan duka yang jelas tak terelakkan bagi korban dan keluarganya. Belasungkawa pun sudah selayaknya turut kita sampaikan beserta dukungan untuk keluarga para korban. Duka yang paling dalam untuk semua polisi yang gugur serta seluruh korban, kami bersama korban dan keluarga," ucapnya.

Namun begitu, ia mengimbau masyarakat Indonesia jangan sedikit pun takut terhadap aksi terror. Untuk itu ia mengajak semu pihak tetap bersatu dan bersama membangun kesadaran bahwa teror adalah musuh. Terlebih baru-baru ini juga terjadi teror di beberapa belahan dunia.

"Saya akan melihat perlu tidaknya peran serta mitra-Komisi I, baik BIN, TNI, dan Kemlu dalam hal dugaan adanya kaitan antara insiden di Kampung Melayu dengan kejadian di Manchester, Inggris dan Marawi, Filipina terbaru," jelas Kharis.

Ia mendorong aparat intelijen harus meniongkatkan kapastias deteksi dan peringatan dininya sekaligus kapasitas cegah tangkal dini terhadap segala aksi teror, terutama di pusat keramaian warga.

"Ini tidak bisa diterima. Aparat keamanan harus mengungkap identitas pelaku dan aktor pemikir di balik aksi pemboman tersebut tanpa mengaitkannya dengan agama tertentu karena ini kejahatan terhadap kemanusiaan" desaknya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya