Berita

Rizal Ramli/net

Politik

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah Vietnam, Kata Rizal Ramli Masih Bisa Digenjot

RABU, 24 MEI 2017 | 20:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Banyak kalangan yang prihatin dan kecewa dengan perfoma pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk triwulan pertama tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5,01 persen. Angka ini dinilai terlalu rendah dan jauh dari meroket.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia tertinggal dibandingkan Vietnam yang pada kuartal ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Malaysia tercatat sebesar 5,6 persen.

Menurut ekonom senior DR. Rizal Ramli pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya masih bisa ditingkatkan untuk dua tahun ke depan.


Tetapi tentu ada syaratnya.

"(Pertumbuhan ekonomi Indonesia) masih bisa digenjot jadi 6,5 persen dalam dua tahun," tulis Rizal Ramli di akun Facebook miliknya.

"Perlu keluar dari pakem austerity dan kontraksi. Perlu terobosan," ujarnya.

Rizal Ramli tidak mengelaborasi apa yang dimaksudnya dengan rezim austerity atau pengetatan. Namun patut diduga bahwa yang dimaksudnya terkait dengan kebijakan tim ekonomi pemerintah yang lebih memilih menyelamatkan performa APBN dengan mengurangi pengeluaraan dan belanja produktif.

Ekonom senior Amerika Serikat Paul Krugman juga pernah mengkritik rezim pengetatan di Amerika Serikat pada saat negara itu dihantam badai krisis 2007-2008. Menurutnya, rezim pengetatan tidak membantu kegiatan ekonomi ril yang dibutuhkan masyarakat banyak. Di saat krisis, masyarakat dan dunia usaha justru membutuhkan proteksi dari negara.

Lalu bagaimana dengan terobosan yang dimaksud Rizal Ramli?

Dirinya pun tidak mengelaborasi hal ini lebih jauh.

Tetapi mengingat bahwa Rizal Ramli selama ini dikenal sebagai gudang terobosan, bisalah diduga bahwa dirinya sudah memikirkan beberapa hal yang dapat digunakan untuk mendongkrak performa perekomian nasional dan mendorong kesejahteraan ke level yang lebih tinggi. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya