Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi menilai delegasi yang baik buat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) perlu pembekalan saat jambore nasional.
Namun, setiap Jambore, delegasi muda partai Golkar itu kerap menghilang dari lokasi acara. Sehingga, proses pembekalan tidak terserap maksimal.
"Nanti, jambore nasional kita adakan di Kepulaun Seribu. Kita cari pulau yang aksesnya susah. Jadi, begitu (peserta jambore) sampai, kapal pulang. Yang bisa kabur hebat," ujar Fayakhun dalam sambutannya dalam Musda VIII DPD AMPI di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).
Untuk itu, Ketua Umum DPP AMPI, Dito Ariotedjo mengimbau kalangan muda untuk bergabung dalam AMPI agar memiliki kegiatan yang positif. Berkaca pada pengalaman pribadinya, Dito mengaku sempat melakukan hal-hal negatif saat dirinya masih sekolah. Artinya, kalangan muda kerap berbuat negatif saat kurangnya kegiatan di sekitar mereka.
"Waktu saya SMA sering ikut tawuran. Karena tidak ada kegiatan positif. DKI (Jakarta) juga ada banyak tawuran, karena kurangnya kegiatan bermanfaat untuk anak muda. AMPI sendiri beruntung dapat dukungan dari Ketua DPD (Golkar) yang visioner dan punya cara merangkul anak muda," paparnya seraya melirik Fayakhun.
Selain itu, Dito berharap, kepengurusan DPD AMPI yang baru nanti, dapat lebih banyak turun ke masyarakat. Sehingga, dapat menjaring lebih banyak delegasi muda calon kader Golkar.
"Kalau lihat sejarah, AMPI didirikan karena Golkar kehilangan suara di Jabodetabek. Sekarang saatnya untuk bangkit lagi. Kita tidak perlu ikut gontok-gontokan dengan elit politik. DKI ini tidak terlalu besar, ketua (DPD AMPI) bisa sambangi wilayah tiap minggu," imbaunya.
Selain Fayakhun dan Dito, pembukaan Musda tersebut juga dihadiri Ketua Plt AMPI DKI Jakarta Kemas Ilham Akbar. Termasuk juga perwakilan dari Kosgoro, Soksi, hingga AMPG.
[wid]