Berita

fadli zon/net

Politik

Fadli Zon: Penambahan Pimpinan DPR Dan MPR Perlu Dalam Konteks Kenegaraan Besar

RABU, 24 MEI 2017 | 13:52 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku tidak mempermasalahkan usulan penambahan jumlah kursi pimpinan parlemen, termasuk pimpinan MPR menjadi 11 orang.

"Ya kita kan melihat kalau memang sudah jadi keputusan nantinya. Karenakan sekarang masih dalam usulan. Saya lihat kalau di MPR tidak ada masalah karena MPR saat ini fungsinya lebih banyak juga," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).

Fadli menjelaskan penambahan kursi pimpinan MPR justru dapat mempermudah kerja sosialisasi empat pilar ke seluruh Indonesia. Sehingga jangkauan MPR menjadi semakin banyak.


"MPR kan selain fungsi legislasi juga persoalan kebangsaan dan kenegaraan. Termasuk sosialisasi Pancasila, UUD 45 , NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan lainnya. Menurut saya tidak ada masalah kalau ada penambahan pimpinan itu. Jadi bisa berbagi kepada banyak wilayah dan daerah, sehingga lebih banyak yang bisa disentuh dalam konteks kenegaraan yang besar," tegas Fadli.

Sementara jika di parlemen atau DPR penambahan pimpinan yang kerjanya bersifat daily politik itu menurut Fadli akan sangat membantu dan mempermudah kinerja DPR.

"Pimpinan DPR kan juga terkait dengan hal yang sifatnya tekhnis ad-hoc itu saya kira bisa diterima. Tapi tentu saja ini belum menjadi keputusan, nanti harus dibawa ke paripurna," kata Fadli.

Sebagaimana diberitakan, ssulan penambahan pimpinan muncul dalam pembahasan revisi UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Usulan tersebut adalah penambahan jumlah pimpinan DPR menjadi 7 kursi, pimpinan MPR menjadi 11 kursi, dan pimpinan DPD menjadi 5 kursi.[san]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya