Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

FSP BUMN Bersatu Inventarisir Petinggi BUMN Anti Pancasila Juga Anti Jokowi

RABU, 24 MEI 2017 | 12:21 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang adanya sejumlah komisaris BUMN yang anti Pancasila harus ditindaklanjuti karena sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

"Kalau dari data-data yang kami terima dari pekerja-pekerja BUMN, memang bukan hanya di jajaran komisaris BUMN yang anti Pancasila tetapi jajaran direksi pun sangat banyak," beber Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja  BUMN Bersatu, Arief Poyuono melalui siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (24/5).

Selain anti Pancasila, lanjut wakil ketua umum DPP Partai Gerindra tersebut, mereka juga sebenarnya banyak yang tidak sejalan dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno, terutama dalam mengaplikasikan strategi program-program pembangunan ekonomi pemerintahan saat ini.


"Malah kadang banyak yang terkesan meremehkan pemerintahan Joko Widodo," imbuhnya.

Bahkan kemungkinan besar, menurut Arief, beberapa direksi BUMN yang sudah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Misalnya, sebut Arief, direksi Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) dan Pindad yang hingga kini belum dicopot oleh Kementerian BUMN.

Untuk diketahui pula, beber Arief, FSP BUMN Bersatu sudah mendapat tugas dari orang lingkaran utama Jokowi untuk menginventarisir para petinggi BUMN yang anti Pancasila, anti Jokowi, komisaris serta direksi yang berbau rezim lama dan masih setia dengan rezim lama.

"Data-data hasil invetarisir tersebut akan kami serahkan secepatnya kepada Presiden Joko Widodo," ujar Arief.

Pihak berharap data-data tersebut dapat dijadikan rujukan Presiden Jokowi melalui Menteri BUMN untuk segera mencopot komisaris dan direksi yang anti Pancasila dan anti Jokowi. Sebab jika tidak, akan membahayakan keutuhan NKRI dan menganggu program-program pemerintahan Jokowi melalui BUMN.

"Sebaiknya Menteri BUMN juga segera mencopot para direksi dan komisaris yang masih bercokol di BUMN dan  sangat dekat dengan rezim SBY dan menggantikan dengan yang lebih profesional dan loyal kepada Pak Joko Widodo," pinta Arief.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya