Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Ini 4 Pesan Dukungan GMPG Ke KPK

RABU, 24 MEI 2017 | 08:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Setidaknya ada 4 pesan dukungan yang disampaikan Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) saat menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin, Selasa (23/5).

Koordinator GMPG, Ahmad Doli Kurnia menyebut bahwa kehadiran itu dilakukan untuk menegaskan dukungan GMPG bersama Jaringan Masyarakat Anti Korupsi dan Formappi kepada KPK dengan menginisiasi petisi 'Dukung KPK, Lawan Hak Angket'.

Pesan dukungan ini sekaligus juga mendesak DPR untuk tidak melanjutkan Hak Angket terhadap KPK.


"Karena selain sudah tidak memenuhi syarat dukungan sesuai Tatib DPR, juga secara luas dapat mengarah kepada bentuk pelemahan KPK," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (24/5).

Pesan yang kedua, kata dia, adalah memberikan dukungan kepada KPK untuk tetap pada posisi yang independen dan mandiri, bekerja secara profesional dan objektif, serta tidak tebang pilih dan tuntas dalam menyelesaikan berbagai kasus korupsi.

"Hal ini tentu dalam rangka menjadikan Indonesia bersih dan bebas korupsi, yang juga sesuai dengan tekad kuat pemerintahan Jokowi-JK," sambungnya.

Pesan dukungan ketiga adalah memberikan suntikan tambahan semangat dan keberanian yang lebih kepada KPK agar tidak gentar dan terpengaruh dengan adanya tekanan, intimidasi, bahkan intervensi politik. Ini seiring mulai terungkapnya kasus korupsi berskala besar seperti kasus proyek pengadaan e-KTP yang melibatkan sejumlah nama besar.

"Agar KPK tidak gentar menghadapi intervensi politik yang mengatasnamakan kekuasaan. Apalagi kekuatan yang berusaha berlindung di balik Pak Jokowi dari pihak tertentu yang diduga terlibat kasus korupsi," jelasnya.

Sementara pesan dukungan terakhir adalah untuk menunjukkan bahwa warga Golkar juga tidak suka dengan praktik korupsi. Korupsi, lanjutnya, bukan karakter dari Partai Golkar secara institusi.

"Dengan itu kami pun mendorong agar KPK tidak ragu dan tidak pula main-main apalagi memasukkan unsur politik dalam menyelesaikan kasus korupsi yang melibatkan kader Golkar, sekalipun itu adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto," tegasnya.

"Kami sedih bila pimpinan kami terlibat korupsi. Tapi kami akan lebih sedih lagi apabila keterlibatannya secara hukum sudah tidak terelakkan, namun kemudian bebas karena intervensi politik atau kekuasaan. Itu artinya sama dengan membiarkan Indonesia terus terbebani dan hancur dengan korupsi," pungkas Doli. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya