Berita

Sandiaga Uno

Hukum

KORUPSI WISMA ATLET

Sandiaga: Dudung Manuver Sendiri, Saya Tidak Tahu

SELASA, 23 MEI 2017 | 15:48 WIB | LAPORAN:

Calon Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno, diperiksa KPK terkait kasus korupsi proyek Wisma Atlet di Palembang dan pembangunan rumah sakit Universitas Udayana tahun 2009.

Kedua kasus itu melibatkan PT Duta Graha Indah (DGI), perusahaan di mana Sandi pernah menjabat Komisaris.

Terkait perkara Wisma Atlet, Sandi mengaku tidak tahu bahwa Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi, yang kini telah menjadi tersangka, pernah memberikan uang Rp 3,43 miliar ke Nazaruddin agar PT DGI menangkan pengadaan di proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna di Palembang.


Saat proyek itu berlangsung, Sandi masih menjabat Komisaris PT DGI.

"Tidak pernah dilaporkan dan tidak pernah mendapatkan persetujuan Komisaris," ujar Sandi kepada wartawan usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/5).

PT DGI menjadi salah satu perusahaan yang mengikuti tender dalam proyek pembangunan Wisma Atlet dan Ruang Serbaguna di Palembang. Menurut Sandi, ketika itu Dudung tidak pernah melakukan koordinasi dengan anak buahnya. Ia juga tidak pernah menerima laporan apa pun mengenai kinerja proyek.

"Dudung manuver sendiri. Saya tidak mengetahui . Yang ditanyakan ke saya hanya mengenai posisi saya. Ditanyakan seputar mekanisme yang masuk dalam undang-undang perseroan terbatas dan undang-undang pasar modal," jelas Sandi.

Sandi diperiksa selama hampir empat jam untuk dua kasus yang melibatkan PT Duta Graha Indah. KPK telah menetapkan tersangka atas Dirut PT DGI, Dudung Purwadi, dalam kedua kasus itu.

Dudung Purwadi disangkakan pasal pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dudung sudah ditahan pada 6 Maret 2017. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya