Berita

Luhut Pandjaitan/Net

Politik

Menko Luhut Harus Segera Klarifikasi!

SENIN, 22 MEI 2017 | 13:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan diminta untuk segera mengklarifikasi atas pernyataannya yang menyiratkan ada operasi penyelamatan Setya Novanto dari kasus E-KTP. Pernyataan berkonotasi negatif disampaikan Luhut dalam Rapimnas Golkar di Kalimantan Timur.

"Jika tidak segera diklarifikasi bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA), Sya'roni, melalui pesan elektronik kepada redaksi, Senin (22/5).

Pernyataan Luhut, sebut dia, mengesankan bahwa KPK bisa diintervensi oleh kekuasaan padahal selama ini KPK sudah dipercaya bekerja secara independen tanpa intervensi pihak manapun.


"Bila tidak segera diklarifikasi maka yang paling dirugikan adalah institusi KPK. Akibatnya, KPK bisa kehilangan kepercayaan publik dan sekaligus bisa dianggap sudah tidak independen lagi," masih kata Sya'roni

Apapun konteksnya, disengaja maupun keceplosan, pernyataan Luhut bisa merugikan KPK karena dari kalimat yang diuraikan Luhut berpretensi negatif terhadap lembaga anti rasuah itu. Karena itulah Sya'roni mendesak Presiden Jokowi sebagai atasan Luhut segera menegur dan sekaligus memerintahkan kepada yang bersangkutan untuk segera melakukan klarifikasi.

"Presiden Jokowi juga bisa terkena imbas karena di mata publik Luhut dikenal sebagai orang terdekat Presiden. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap Presiden Jokowi makin menukik hanya gara-gara pernyataan Menteri Luhut yang kontroversial," tukas Sya'roni.

Pernyataan berkonotasi negatif disampaikan Luhut saat memberikan pidato di Rapimnas Golkar di Kalimantan Timur, Minggu (21/5) kemarin. Dalam pidatonya Luhut antara lain mengatakan, "nggak usah bicara aneh-aneh. Yang urusin, mau KPK kek udah ada yang urusin, tenang aja ada yang urusin. Ada yang urusin Pilkada, ada yang urusin Jaksa Agung, KPK, itu sesuai kepercayaan masing-masing aja, nggak usah ributin itu." [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya