Berita

Donald Trump dan Raja Salman/Net

Dunia

Berbekal Tuduhan Pemicu Teror, Trump Ajak Pemimpin Muslim Isolasi Iran

SENIN, 22 MEI 2017 | 08:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Republik Islam Iran menjadi sasaran tembak Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab, Islam, Amerika di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/5) waktu setempat.

Kata dia, Iran merupakan negara yang telah mendorong teror dan konflik sektarian di seluruh dunia.

"Dari Lebanon ke Irak dan Yaman, Iran mendanai, senjata dan melatih teroris, milisi dan kelompok ekstremis lainnya yang menyebarkan perusakan dan kekacauan di seluruh kawasan," terangnya seperti dikutip Independent, Senin (22/5).


Dijabarkan Trump, Negeri Para Mullah itu merupakan pemicu munculnya konflik sektarian dan teror di seluruh dunia. Termasuk teror kepada Amerika Serikat.

Bahkan, lanjut Trump ancaman teror itu secara terang-terangan pernah disampaikan pemerintah Iran kepada sejumlah negara.

"Ini adalah pemerintahan (Iran) yang berbicara secara terbuka tentang pembunuhan massal, dengan bersumpah untuk menghancurkan Israel, mati ke Amerika, dan menghancurkan banyak pemimpin dan negara di ruangan ini," jelasnya.

Trump mengatakan bahwa salah satu aksi teror yang saat ini didalangi Iran adalah konflik berkepanjangan yang terjadi di Suriah. Teranyar, Iran mendukung rezim Bashar Al Assad dan mengesampingkan penggunaan senjata kimia yang dilakukan pasukan pemerintah untuk membasmi pemberontak.

Atas serangkaian aksi Iran itu, Trump mengajak kepada para peserta konferensi yang dihadiri sedikitnya 50 pemimpin negara muslim untuk bersama-sama mengisolasi Iran.

"Sampai rezim Iran bersedia menjadi mitra perdamaian, semua negara harus bekerja sama untuk mengisolasinya," ajaknya.

Adapun pernyataan Trump ini sejalan dengan sambutan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud yang juga menuduh Iran sebagai pelopor gerakan ekstemisme dan terorisme Islam.

Dalam pidatonya, Raja Salman menyebut bahwa gerakan ekstremis Islam yang ada saat ini merupakan produk dari Iran. Kata dia, Iran merupakan pengekspor gerakan radikal di seluruh dunia pasca revolusi yang dilakukan Ayatullah Khomeini.

"Rezim Iran telah menjadi pelopor terorisme global sejak revolusi Khomeini," kata Raja Salman

Ia juga menjelaskan bahwa dunia baru mengenal keberadaan kelompok radikal pasca Khomeini melakukan revolusi di Iran.

"Kita tidak tahu terorisme sampai revolusi Khomeini muncul," jelasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya