Berita

Azmi Syahputra/Net

Politik

Kasus E-KTP Bisa Jadi Pintu Masuk Mengungkap Penyerang Novel

MINGGU, 21 MEI 2017 | 21:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga saat ini belum terungkap. Ini menunjukkan bahwa Polisi menemui hambatan dalam penanganan pengungkapan kasus yang sudah memasuki hari ke-40 ini. 

Pengamat hukum dari Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra menilai ada dua kemungkinan yang mejadi hambatan pengungkapan kasus ini.

"Pertama, adanya kepentingan yang lebih besar yang ingin dilindungi atau kemungkinan kedua, penyisiran alat bukti yang memang masih minim," ungkapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (21/5).


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaku bisa saja orang suruhan dari pihak tertentu yang merasa terganggu atas kinerja penyidikan Novel Baswedan.

Apalagi, sambungnya, setiap kasus yang ditangani Novel merupakan kasus yang menyita perhatian karena memiliki keterkaitan dengan sejumlah elit politik di negeri ini.

"Jika dipetakan, terakhir perkara yang ditangani Novel adalah korupsi proyek pengadaan e-KTP. Hal ini tentu bisa dijadikan pintu masuk menelusuri pihak-pihak yang sakit hati atau terganggu atas kinerja Novel di kasus itu," urai pengajar hukum di UBK itu.

Dalam kasus ini, masih lanjut Azmi, banyak nama pejabat yang diincar KPK. Dia menduga penyerangan atau ancaman terhadap keselamatan jiwa Novel dilakukan untuk mengaburkan pengusutan kasus ini.

"Semoga Kepolisian dapat lebih teliti ,objektif, dan segera mengungkap siapa pelaku sebenarnya," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya