Berita

Firmanzah/Net

Bisnis

Tiga Alasan Indonesia Bisa Masuk Lima Besar Kekuatan Ekonomi Dunia

SABTU, 20 MEI 2017 | 16:50 WIB | LAPORAN:

. Sangat benyak argumentasi dan alasan bahwa Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Bahkan sejumlah lembaga internasional sudah meramalkan Indonesia merupakan negara yang bakal menduduki rangking lima besar dunia.

Begitu kata Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah dalam diskusi bertajuk 'Meraba Peluang Kebangkitan di Panggung Dunia' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5).

Menurut Firmanzah, alasan pertama Indonesia bisa mendapat rangking lima besar dunia dalam satu dekade kedepan yakni masuknya Indonesia dalam anggota G20 yang diketahui merupakan klub bagi negara dengan perekonomian besar di dunia.


Alasan kedua, sambung Firmanzah, pada 2010 lalu, banyak lembaga internasional yang memasukkan Indonesia sebagai investment grade atau peringkat sebuah negara atau perusahaan yang memiliki kemampuan dalam melunasi hutang, sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Sebagai contoh lembaga pemeringkat utang, Fitch Ratings, telah menaikkan peringkat surat utang Indonesia dari BB+ dengan outlook positif menjadi BBB- dengan outlook stabil pada Desember 2011 lalu.

Alasan selanjutnya atau yang ketiga, Indonesia merupakan negara yang kaya akan kekayaan alam yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan. Belum lagi di bidang pariwisata yang hingga kini belum digali secara optimal.

"Itupun dalam kondisi infrastruktur kita yang masih terbatas, kita masih bisa mendapat hasil dari sektor pariwisata dan kekayaan alam. Kalau infrastruktur kita yang saat ini digalakkan pemrerintah bisa optimal, maka potensi-potensi yang terpendam itu akan luar biasa untuk me-leverage ekonomi kita kedepan," ungkap Firmanzah.

Lebih lanjut, secara politik, Firmanzah menjelaskan, Indonesia cukup sukses dalam melaksanakan pemilu yang demokratis. Terlebih pada Pilkada Serentak 2017 lalu, Indonesia dinilai berhasil menyelenggarakan pilkada tanpa adanya gangguan kemananan yang dikhawatirkan banyak pihak.

Menurutnya, negara-negara maju belum mampu menghadapi konstalasi besar seperti yang dilakukan Indonesia saat Pilkada 2017 lalu. Hal itu diketahui setelah berbincang dengan perwakilan IMF yang pernah menemuinya beberapa waktu lalu.

"IMF optimis dengan Indonesia kedepan. Artinya dalam politik ada kematangan dan kedewasaan berpolitik di Indonesia dan terbukti pada gelaran Pilkada 2015 dan 2017, itu terjadi secara aman tertib dan aman padahal itu serentak dan baru pertama kali. Kalau kita lihat negara lain, gelaran semasif itu dan intensitas setinggi itu, mungkin menjurus ke kerasan dan jaminan keamanan tidak terpenuhi. Tetap Indonesia bisa melalui itu semua," pungkas mantan Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi pada pemerintahan SBY. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya