Berita

Donald Trump dan Mohammed bin Salman/Net

Dunia

Di Arab Saudi, Trump Akan Ajak Pemimpin Muslim Wujudkan Islam Damai

SABTU, 20 MEI 2017 | 04:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Donald Trump memilih Arab Saudi sebagai negara pertama yang dikunjunginya pasca terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia kini tengah dalam perjalanan untuk kemudian menggelar pertemuan dengan Raja Salam bin Abdulaziz al Saud dan putera mahkota Mohammed bin Salman.

"Kami berharap dapat meninggalkan keseluruhan situasi ini di belakang kami," kata Presiden Donald Trump saat hendak bertolak ke Arab, sebagaimana dikutip Voanews, Sabtu (20/5).

Pernyataan Trump ini diduga berhubungan dengan sejumlah kontroversi yang menerpa jelang lawatan tersebut. Seperti pemecatan Direktur FBI James Comey yang diduga dilakukan agar Comey menghentikan penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn. Termasuk dugaan hubungan Trump dengan Rusia saat pemilihan presiden dan dugaan membocorkan dokumen rahasia kepada Menteri Luar Negeri Rusia di Oval Office.


Sementara mengenai kunjungan ke Arab Saudi, Trump direncanakan akan memberikan pidato di hadapan sejumlah pemimpin muslim mengenai ajakan untuk mewujudkan visi Islam yang damai.

Penasehat keamanan nasional, H.R. McMaster menjelaskan bahwa Trump dijadwalkan akan makan siang dengan 56 pemimpin negara Arab dan Muslim untuk membahas mengenai penanganan gerakan radikal dan menindak pembiayaan gelap kelompok bersenjata.

Hal ini menarik, mengingat Trump sering mengungkapkan kecurigaannya terhadap umat Islam. Termasuk sempat berupaya melarang warga muslim masuk wilayah AS.

"Presiden Trump berharap dapat mewujudkan visi Islam yang damai," ujar McMaster.

Usai dari Arab Saudi, Trump akan melanjutkan kunjungannya ke Jerusalem, Israel dan kemudian ke Vatikan. Setelah itu ia akan ke Brussels, Belgia sebelum kemudian mengakhiri lawatan di Sicilia, Italia. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya