Berita

Hukum

Alumni 212 Bakal Patungan Bantu Komnas HAM

JUMAT, 19 MEI 2017 | 22:02 WIB | LAPORAN:

Presidium Alumni Aksi 212 bakal mengumpulkan dana untuk membiayai operasional Komisi Nasional Hak Asasi manusia (Komnas HAM) agar bisa menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di luar negeri.

Ketua Presidium Alumni Aksi 212 Ansufri Idrus Sambo menjelaskan, iuran untuk Komnas HAM menjadi salah satu bagian dari perjuangan, agar investigasi dalam dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis bisa berjalan lancar. Di samping itu, pengumpulan dana juga menjadi cambuk kepada pemerintah untuk ikut turun tangan dalam penegakan HAM di Indonesia.

"Masak untuk menuntaskan kasus HAM tidak ada uang. Kalau kurang dana, kami akan saweran, kita akan memberikan dukungan. Ini bagian dari perjuangan, sekaligus penghinaan kepada pemerintah," ujar Sambo di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Jumat (19/5).


Sementara itu, tim pemantauan Komnas HAM Natalius Pigai menyatakan, pihaknya tidak bisa menerima bantuan dana dari luar dalam proses investigasi kriminalisasi ulama. Termasuk bantuan iuran dari Alumni 212. Menurutnya, Komnas HAM merupakan lembaga negara yang bersifat independen.

"Pemantauan penyelidikan tidak boleh minta uang satu rupiah pun. Kami sedang bekerja secara profesional, nanti surat tertulis sudah kami sampaikan, nanti kita coba gunakan teleconference," ujar Pigai.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Nur Kholis mengakui bahwa pihaknya terkendala dalam menggali keterangan Rizieq Shihab, terkait investigasi kriminalisasi ulama yang dilaporkan para pendukungnya.

Menurut Nur Kholis, kendala yang dihadapi seperti pendanaan tim untuk menemui Rizieq yang berada di luar negeri. Meski begitu, Komnas HAM akan tetap meminta keterangan dari Rizieq Shihab dalam bentuk surat menyurat. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Komnas HAM dalam menjalankan fungsi, tugas dan wewenang yang diamanatkan undang-undang.

Rizieq Shihab awalnya diketahui berada di Arab Saudi untuk melaksanakan umroh. Lalu bertolak ke Malaysia untuk menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Antarbangsa, namun belakangan dia dikabarkan kembali ke Arab. Rizieq sendiri sedang ditunggu penyidik kepolisian untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pornografi atas chat mesum dengan salah satu muridnya Firza Husein. [wah] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya