Berita

Politik

Menristekdikti Bungkam Mahasiswa, Panik Pak?

KAMIS, 18 MEI 2017 | 07:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pernyataan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir yang akan mengawasi kegiatan politik organisasi di kampus dinilai termasuk bagian dari skenario pembungkaman mahasiswa oleh pemerintah.

"Pemerintah semakin panik dan mengurusi hal yang tidak penting, apakah pernyataan tersebut bentuk ketakutan pemerintah atas aksi mahasiswa kedepan ini," kata Ketua Bidang  Sosial Politik Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) Muammar, Kamis (18/5).

Jelas dia, pemerintah saat ini jangan meniru skenario orde baru dalam membungkam mahasiswa. Penyampaian aspirasi dimuka umum dijamin oleh Pancasila dan UUD 45, jadi jangan bicara Pancasila dan UUD 45 namun di saat yang sama melanggarnya.


"Pemerintah harusnya malah menjadikan kampus sebagai model demokrasi, selain kehidupan akademik kampus juga memberi teladan bagaimana perbedaan dapat harmoni," ungkap Muammar.

Bila pemerintah berusaha membungkam mahasiswa dengan regulasi yang tidak produktif, pihaknya yakin pemerintah malah melakukan blunder. Pemerintah sepertinya tidak memiliki visi untuk negara ini, keputusan yang diambil lebih bersifat kondisional dan situsional namun tidak rasional serta tidak memahami kebutuhan masyarakat.

"Kami menilai usaha pemerintah untuk mengawasi mahasiswa merupakan bentuk ketakutan bila mahasiswa menggunakan critical thinking dalam menilai pemerintahan saat ini," jelas Muammar.

Pemerintah dalam hal ini Menristekdikti sebaiknya berpikir bagaimana memajukan kampus-kampus terutama kampus swasta yang masih tidak jelas akreditasinya, praktek jual beli ijazah, serta mahalnya biaya operasional kuliah sehingga masih sangat banyak anak bangsa yang tidak bisa kuliah.

"Jika ingin benahi kampus pemerintah harusnya benahi fasilitas kampus termasuk di dalamnya pengajar. Pemerintah harusnya jeli melihat tenaga dosen yang ikut-ikutan menjadi tim pemenangan Pilkada serta Pilpres namun tidak mendapatkan sanksi sebagaimana seharusnya. JIMI mendesak Menristekdikti Mohammad Nasir mundur saja dari jabatannya bila tak memiliki visi yang jelas," demikian Muammar. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya