Berita

Bisnis

Kemenkes Harus Pro Aktif Ajak Swasta Demi Sukses Program JKN

RABU, 17 MEI 2017 | 09:46 WIB | LAPORAN:

Pemerintah dituntut menggandeng semua pihak untuk menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pasalnya, selama ini program yang memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat tersebut dinilai tidak transparan.

"Mulai dari alokasi dana, belum jelas pemanfaatannya. Kita tahunya, meski sudah ada suntikan APBN, tapi BPJS Kesehatan yang mengelola JKN ngakunya defisit terus," kata pendiri Pusat Kajian Kebijakan Reformasi Sistem Kesehatan, Luthfi Mardiansyah dalam sebuah di Jakarta, belum lama ini.

Oleh karena itu, kata Luthfi, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan perlu lebih aktif dalam mengajak pihak swasta untuk menyukseskan program JKN. Selain itu, pemerintah dinilai perlu menambah alokasi dana kesehatan dan akses kepada pengobatan yang memadai.


"Saat ini masih ada gap (jarak) orang yang menikmati JKN. Umumnya yang menikmati ini baru di kota, sementara di daerah terpencil belum bisa diakses," lanjutnya.

Tidak hanya itu, tingkat kepuasan pengguna JKN juga dinilai masih rendah, khususnya untuk masyarakat yang memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan dengan cara berbayar atau peserta mandiri yang buka peserta penerima upah/pekerja.

"Kalau peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) mungkin tingkat kepuasannya tinggi karena mereka tidak membayar. Tapi kalau peserta mandiri, apalagi yang kelas 1, masih banyak yang belum puas dengan program JKN, khususnya terkait pelayanan," ujar Luthfi.

Minimnya sosialiasasi juga dinilai sebagai kekurangan JKN pemerintah selama ini. "Hal tersebut harus dibenahi agar JKN bisa berkembang dan tidak menjadi program yang gagal," tegasnya.[wid]



Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya