Berita

Gufroni

Politik

Pemuda Muhammadiyah: Alhamdulillah Perjuangan Petani Teluk Jambe Membuahkan Hasil

SENIN, 15 MEI 2017 | 19:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Perjuangan para petani yang tergabung dalam Serikat Tani Teluk Jambe (STTB) membuahkan hasil.

Para petani memperoleh hak-haknya setelah rumah dan lahan pertanian mereka diratakan tanah oleh buldozer PT Pertiwi Lestari. Bahkan ada di antara mereka yang dipenjara dalam memperjuangkan hak-hak tersebut.

"Alhamdulillah hari ini para petani yang tergabung dalam STTB sudah mendapatkan hasil," jelas Direktur Satgas Advokasi PP Pemuda Muhammadiyah, Gufroni, (Senin, 15/5).


Dari hasil pertemuan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ATR, Kemensos, LHK, KSP dan Wakil Bupati Karawang, disepakati petani akan mendapatkan sertifikat SHM seluas 18-30 Ha dan mendapatkan lahan pertanian 1000-1200 Ha.

"Adapun sertifikat SHM tersebut akan di berikan dalam bentuk sertifikat komunal dan akan di-SK-kan oleh Bupati Karawang. Sementara lahan pertanian 1000-1200 Ha akan diberikan di bawah naungan koperasi/organisasi," ujarnya.

Namun demikian, dia mengingatkan petani Karawang tidak boleh berpuas diri dan senang berlebihan. Karena perjuangan masih panjang.

"Selama Sertifikat SHM belum di tangan, petani harus tetap solid, jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk melemahkan semangat kaum petani. Para Petani harus tetap semangat mengawal proses ini," ungkap dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang ini.

Pihaknya bersama lembaga advokasi lainnya tetap senantiasa mengawal dan memberi pendampingan baik secara litigasi dan non litigasi agar konflik agraria ini dapat selesai dengan hasil berupa kemenangan 100% bagi seluruh petani di Teluk Jambe Karawang dan petani lainnya di seluruh Indonesia.

Pemuda Muhammadiyah aktif mengadvokasi petani Teluk Jambe. Bahkan menyediakan tempat selama berjuang di Jakarta. [zul]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya