Berita

Julian Assange/Net

Dunia

Pemerintah Ekuador: Swedia Tidak Serius Tangani Kasus Julian Assange

SENIN, 15 MEI 2017 | 18:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Ekuador mengkritik Swedia atas kurangnya proses yang serius dalam menangani kasus pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke Stockholm, seperti dimuat Press TV awal pekan ini, pemerintah di Quito mengatakan bahwa telah terjadi kegagalan serius dari jaksa Swedia untuk menyelesaikan penyelidikan atas tuduhan penyerangan seksual terhadap wartawan Australia dan penerbitnya.

Ekuador telah berulang kali menuntut agar jaminan diberikan oleh Swedia bahwa Assange tidak akan diekstradisi ke negara ketiga jika dia dipindahkan ke Swedia untuk menjalani proses peradilan.


Assange yang takut melakukan ekstradisi ke AS karena bocornya data rahasia AS di WikiLeaks, meminta perlindungan pada misi Ekuador di London pada Juni 2012 setelah jaksa Swedia mengeluarkan surat perintah penangkapan Eropa terhadap dia atas tuduhan pemerkosaan dan kekerasan seksual yang diajukan oleh dua orang wanita di Sewdia tahun 2010 lalu.

Assange membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa tuntutan tersebut bermotif politik dan tindakan pemaksaan dimaksudkan untuk membungkamnya.

Swedia mulai menanyai Assange akhir tahun lalu, ketika jaksa penuntut negara tersebut melakukan perjalanan ke London, namun tidak ada rincian pertemuan yang dirilis. Ekuador menuduh jaksa penuntut umum kurang inisiatif.

Pada bulan Maret, jaksa mengatakan bahwa mereka telah mengajukan penyelidikan pendahuluan atas kasus ini karena mereka menunggu terjemahan beberapa bagian laporan atas tuduhan tersebut.

Negara tersebut memberinya suaka politik pada tahun 2012, namun kehadiran polisi yang konstan dan perintah penangkapan telah mencegahnya untuk keluar dari kedutaan Ekuador di London sejak saat itu. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya