Berita

Angela Merkel/Net

Dunia

Pemilu Negara Bagian, Partai Merkel Unggul Di Jantung Pertahanan Lawan

SENIN, 15 MEI 2017 | 18:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Partai Konservatif, Uni Demokratik Merkel (CDU) di mana Kanselir Jerman Angela Merkel bernaung telah memenangkan pemilihan negara bagian di Rhine-Westphalia.

Untuk diketahui bahwa Rhine-Westphalia adalah wilayah basis dukungan Demokrat Sosial (SPD). Wilayah ini telah dipimpin oleh SPD sejak tahun 1966.

Wilayah tersebut juga merupakan negara asal Martin Schulz, politisi SPD yang menentang keras Merkel.


CDU memenangkan 33 persen suara dalam pemilihan legislatif negara bagian, dengan Demokrat Sosial 31,2 persen.

Koordinator SPD Hannelore Kraft kehilangan mayoritas karena mitra juniornya, Partai Hijau, hanya menang 6,4 persen.  Penantang konservatif Armin Laschet, wakil pemimpin partai Merkel, siap untuk menggantikan Kraft.

"CDU telah memenangkan hati kaum Sosial Demokrat," kata sekretaris jenderal konservatif, Peter Tauber.

Schulz, yang tidak sedang dalam pemungutan suara, mengatakan kepada para pendukungnya di Berlin bahwa ini adalah hari yang sulit bagi kaum Sosial Demokrat.

"Hari yang sulit bagi saya pribadi juga. Saya berasal dari negara di mana kita menghadapi kekalahan yang sangat menyengat hari ini," sebutnya seperti dimuat The Guardian.

Dia mendesak partai tersebut untuk fokus pada pemilihan nasional September mendatang.

"Kami akan terus berjuang. Hasilnya akan datang pada 24 September," jelasnya.

Sebagai informasi bahwa peringkat nasional SPD melonjak setelah Schulz, mantan presiden parlemen Eropa, dinominasikan pada Januari sebagai penantang Merkel. Namun kekalahan dalam dua pemilihan negara bagian lainnya sejak akhir Maret menorehkan euforia partai tersebut atas pencalonan Schulz.

Hasil SPD dalam pemilihan hari Minggu kemarin, yang terakhir sebelum pemungutan suara nasional, adalah partai terburuk di Rhine-Westphalia Utara sejak perang dunia kedua. Dalam pemilihan kenegaraan sebelumnya, pada 2012, SPD mengalahkan CDU sebesar 39,1 dan 26,3 persen.

Partai Demokrat bebas pro-bisnis memenangkan 12,6 persen suara keras pada hari Minggu setelah sebuah kampanye yang dipimpin oleh pemimpin nasional mereka, Christian Lindner. Hal itu memberi partai tersebut, yang dengannya Merkel memerintah Jerman dari 2009-13, sebuah basis yang solid untuk perjalanannya kembali ke parlemen nasional pada bulan September setelah dikeluarkan empat tahun lalu.

Alternatif nasionalis untuk Jerman menang 7,4 persen, memberikan kursi di legislatif negara bagian ke-13. Pihak oposisi Left kalah sedikit dari 5 persen yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya