Berita

Politik

Anton Digdoyo: Jangan Sebut Kafir Di Sembarangan Tempat Dan Waktu

MINGGU, 14 MEI 2017 | 14:48 WIB | LAPORAN:

Sebutan 'kafir' untuk seseorang atau kelompok sebaiknya dihindari, kecuali ketika mengkaji kitab suci Alquran dan As Sunah di hadapan jamaah atau komunitas khusus muslim.

"Lebih baik memilih kata yang sama tapi tidak ada yang tersakiti, misal non muslim dan lain-lain," imbau Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo dalam pencerahannya di depan Munas Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas) di Bandung, hari ini (Minggu, 14/5).  

Anton berpendapat, kata-kata non muslim lebih dapat diterima daripada kafir meski maknanya sama-sama terkena firman Allah surat Al Imron ayat 19 dan 85 serta surat Al Bayyinah ayat 6.  


Memilih kata itu, lanjut Aton, perlu bukan hanya dalam dakwah tapi juga hal apapun.

"Contoh mobil Toyota merk Inova tidak laku di Afrika karena Inova dalam bahasa Afrika itu artinya mogok. Mana mungkin orang mau beli mobil mogok," cetus dewan pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Pusat yang juga purnawirawan jenderal Polri tersebut.

Pun begitu orang Jepang akan sangat marah jika dibilang malas dan bodoh ketika senyum. Karena bagi orang Jepang, malas itu sumber kebodohan dan kegagalan.

"Sedang orang Indonesia sangat marah jika dibilang bodoh lebih suka dibilang malas," banding Anton lagi.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya