Berita

Dede Yusuf/Net

Politik

Demokrat: Peran Kepemimpinan Nasional Sangat Dibutuhkan Saat Ini

Jembatani Dialog Pro Dan Anti Ahok
SABTU, 13 MEI 2017 | 12:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Demokrat menilai eskalasi politik yang meningkat belakangan ini khususnya di Ibukota tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

"Situasi ini tidak boleh dibiarkan oleh pemerintah, karena pada kondisi terburuk bisa menimbulkan gesekan sosial," kata Ketua DPP Partai Demokrat sekaligus Jurubicara Partai Demokrat, Dede Yusuf, Sabtu (13/5).

Eskalasi politik yang meningkat belakangan ini tampak bertalian erat dengan kasus hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sehingga menimbulkan gelombang aksi massa pro dan kontra yang berkelanjutan.


Menurut Dede Yusuf, kondisi itu amat tidak. Ia berharap pemerintah melakukan langkah proaktif untuk meredakan ketegangan dengan mengedepankan jalan dialog.

"Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, sudah tepat bilamana pemerintah mengintensifkan dialog kedua pihak masyarakat yang berseberangan," saran ketua Komisi IX DPR ini.

Jelas mantan wakil gubernur Jawa Barat ini, jangan sampai tindakan represif kepada masyarakat dijadikan sebagai langkah prioritas.

Baca: Jubir Demokrat: Ada Kekhawatiran Memanasnya Politik Ibukota Berimbas Ke Daerah

Dede Yusuf yakin dialog adalah solusi terbaik. "Kita tidak ingin pula masyarakat dibentur-benturkan oleh pihak yang bisa memperkeruh keadaan. Kita tunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah bangsa yang dewasa dalam berdemokrasi," lanjutnya.

Indonesia punya pengalaman masa lalu yang cukup gemilang dalam menyelesaikan konflik komunal horizontal di beberapa daerah. Kerukunan masyarakat yang sempat terkoyak bisa dipulihkan berkat adanya pemerintahan yang mampu mempersatukan perbedaan.

"Disinilah peran kepemimpinan nasional sangat dibutuhkan. Sehingga kelompok nasionalis dan santri saling dirangkul satu sama lainnya," sebut Dede Yusuf.

Terakhir, ia berharap semoga pengalaman masa lalu itu bisa dijadikan referensi untuk menjaga kondusivitas kerukunan sosial.

"Karena tantangan global ke depan semakin berat, jangan sampai energi bangsa terkuras oleh dinamika politik dan hukum semata. Persatuan bangsa serta kerukunan masyarakat tetap yang utama," demikian Dede Yusuf. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya