Berita

Foto/Net

Nusantara

Aher Sukses Teken MoU Dengan 4 Provinsi Di Tiongkok

SABTU, 13 MEI 2017 | 02:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Sebanyak 4 nota kesepahaman diteken Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan empat provinsi di Tiongkok. Adapun penandatanganan terakhir itu dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Harbin di Hotel Garden Hamlet, Heilongjiang, Rabu (10/5) petang waktu setempat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan bahwa kehadirannya di Heilongjiang merupakan kali kedua setelah pada 2010 pernah berkunjung untuk menjalin tahapan kerja sama Sister Province tersebut.

"Sebagaimana pesan presiden kami, Joko Widodo, menegaskan bahwa kerja sama luar negeri harus ditingkatkan khususnya dengan Tiongkok. Ini tentu meneruskan kerja sama yang sudah terjadi pada satu tahun lalu kami tingkatkan, baik kerja sama perdagangan, ekonomi, dan kebudayaan," jelas pria yang akrab disapa Aher itu sebagaimana diberitakan RMOLJabar, Jumat (12/5).


Diungkapkannya, tahun ini perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok meningkat menjadi 63 persen. Bahkan di Jabar, investasi Tiongkok meningkat jadi peringkat ketiga setelah menduduki peringkat sembilan. Wisatawan terbesar Indonesia juga berasal dari Tiongkok.

"Pada saat yang sama, Jabar dan Heilongjiang memiliki kesamaan yaitu penghasil pangan terbesar. Dan kedua provinsi pekerjaannya pertanian dan nelayan. Kita bersyukur pada Maret 2010 lalu antara kita sudah LoI (lettre of intent) untuk jadi sister province. Kami sepakat kerjasama untuk sektor pertanian, perdagangan, wisata, pendidikan, budaya dan ilmu pengetahuan serta teknologi," paparnya.

‎Melalui perjanjian ini kata Aher, akan jadi payung hukum serta tidak menutup kemungkinan akan berkembang di bidang lainnya.

"Saya nanti mengusulkan tindak lanjut kerja sama ini dengan adanya satu tim dari kedua belah pihak untuk merumuskan kerja sama yang lebih kongkret dan partisipastif baik di pemerintahan, ekonomi, bisnis agar lebih detil lagi. Mudah-mudahan kerja sama mendorong kedua provinsi semakin maju bersama-sama dan mensejahterakan masyarakat keduanya," katanya.

Sementara itu Gubernur Heilongjiang Lu Hao mengatakan, pihaknya sepakat dengan usulan Aher dalam meningkatkan hubungan bilateral itu harus menciptakan kedamaian untuk masyarakat kedua provinsi tersebut.

"Saya setuju bahwa nanti setelah penandatangan sister province kami akan kirim staf ke Jabar begitu pula sebaliknya jabar juga kirim staf untuk satu tim untuk tindak lanjut kerja sama yang praktis. Kita akan cari keunggulan masing-masing untuk dikerjasamakan," katanya.

Diakui Lu Hao, pihaknya ingin lebih mengenal informasi tentang Jabar  untuk dapat proyek yang tepat untuk dikerjasamakan.

Lebih jauh, Lu Hao pun menuturkan, pada rapat terakhir 2010 Jabar diterima oleh mantan gubernur sebelumnya. Selama ini hubungan Tiongkok dan Indonesia berkembang baik. Terlebih kedua presiden sudah ketemu dan berbicara bahwa perkembangan kedua negara harus berkembang baik.

"Jadi antara pemerintah provinsi sudah didahului oleh pimpinan oleh kedua negara, melalui sister province kami akan bikin hubungan kerja sama yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, Ibukota Jabar, Bandung sudah terkenal di Tiongkok. Dia percaya masyarakatnya antusias untuk berkunjung ke sana. Kemudian, pihaknya juga ingin sekali kerja sama di bidang pertanian dan perdagangan.

Sebelumnya dengan Harbin, Jabar secara berturut-turut telah menandatangani tiga MoU sister province bersama Ghuangxi Zhuang, Chongqing, dan Sichuan. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya