Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Rachma: Pernyataan Mega Soal Pemimpin Agama Sesat dan Memecah Belah

JUMAT, 12 MEI 2017 | 19:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Megawati Soekarnoputri bahwa dirinya mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena menginginkan pemimpin rakyat, bukan pemimpin agama, dinilai keliru dan bisa menyesatkan serta memecah belah masyarakat.

Pernyataan yang disampaikan Mega saat meresmikan Kantor DPD PDI Perjuangan di Nusa Tenggara Barat di Mataram, hari Rabu (10/5).

Saat memberikan sambutan, Mega mengatakan, dirinya sering mendapat pertanyaan mengapa mendukung Ahok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta yang baru lalu.


“Karena saya mau punya pemimpin rakyat, pemimpin pemerintahan. Bukan pemimpin agama,” kata Mega.

“Dengan segala hormat dan respect saya, begitu banyak yang sudah menjadi pemimpin agama,” sambungnya.

Inilah bagian dari pernyataan Mega yang dinilai adiknya, sesama anak Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, sebagai pernyataan yang keliru serta bisa menyesatkan dan memecahbelah rakyat. Secara implisit, pernyataan itu menegaskan hanya Ahok yang merupakan pemimpin rakyat. Adapun Anies Baswedan yang menang dalam pilkada adalah pemimpin agama.

“Ini pernyataan yang sesat, dan sayang sekali keluar dari mulut pemimpin partai politik yang membawa nama Bung Karno. Bung Karno tidak akan pernah memecah rakyat. Bung Karno siap mengorbankan dirinya untuk kebaikan bangsa dan negara,” kata Rachma dalam perbincangan beberapa saat lalu (Jumat, 12/5).

Menurut Rachma, pernyataan Mega itu patut disebut sesat karena mengabaikan pilkada sebagai kesempatan yang dimiliki rakyat untuk menentukan pemimpin mereka.

“Siapapun yang menang dalam pilkada, itu adalah pilihan rakyat yang tercermin dari suara mayoritas. Jangan karena calonnya kalah, lantas rakyat diajak untuk membenci pemenang. Ini bukan sikap negarawan. Sangat jauh dari sikap seorang Bung Karno,” ujar Rachma lagi.

Ketika menyampaikan pidato dalam peresmian kantor baru itu, Megawati juga mengatakan dirinya tersentuh dengan kenyataan banyak orang yang membela Ahok setelah divonis penjara dua tahun oleh Majelis Hakim PN Jakarta Utara.

“Kemarin diputuskan, kan, di sidangnya. Disuruh masuk (penjara) langsung. Tapi yang saya lihat apa, konektifitas antara mereka yang dicintai dan mencintai,” kata Mega.

Menurut Rachma, kelompok masyarakat yang mendemo lembaga peradilan dan meminta agar Ahok dibebaskan adalah bukti bahwa pernyataan Mega sangat berbahaya dan berpotensi memecah belah.

“Sekarang kita lihat rakyat terbelah karena ada pernyataan-pernyataan sesat seperti ini,” demikian Rachma. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya