Berita

Hukum

Aksi Solidaritas Pendukung Ahok Tanpa Izin

JUMAT, 12 MEI 2017 | 17:34 WIB | LAPORAN:

Mabes Polri mengimbau pendukung Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa melayangkan izin jika ingin melakukan aksi solidaritas.

Pasalnya, dua hari belakangan pendukung Ahok terus mengelar aksi solidaritas secara spontan di depan Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sebelumnya di depan rutan Cipinang.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto menjelaskan aksi solidaritas tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan kepada pihak kepolisian.


Pada umumnya, perwakilan aksi unjuk rasa melaporkan kegiatannya kepada polisi. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kejadian yang tak diinginkan dalam kegiatan aksi unjuk rasa.

"Aksi yang lalu kan ada pemberitahuan Pe polri, ada orasi-orasi. Kita melihat akhir-akhir ini ada aksi spontanitas dan tidak ada pemberitahuan. Kita berupaya bernegosiasi agar mereka bisa membubarkan diri," ujarnya di komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/5).

Lebih lanjut Setyo berharap para pendukung Ahok bisa menghormati putusan pengadilan.

Sebab pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas jika aksi solidaritas yang dilakukan secara spontanita itu menganggu ketertiban umum.

"Prinsipnya Polri tidak ada pembedaan, semua pihak diharapkan untuk menghormati putusan pengadilan," pungkasnya.

Majelis Hakim Pangadilan Negeri Jakarta Utara memvonis dua tahun penjara kepada Ahok lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 156 a KUHP. Tak hanya itu, pengadilan juga memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menahan Ahok.

Atas putusan tersebut, Ahok telah menjalankan tahanan selama tiga hari, mulai dari Rutan kelas I Cipinang dan dipindahkan ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya