Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Komas HAM Tidak Keberatan Temui Rizieq Shihab di Arab Saudi

JUMAT, 12 MEI 2017 | 08:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hingga kini Rizieq Shihab belum kembali ke tanah air. Berbagai informasi mengatakan, pendiri Fron Pembela Islam (FPI) itu memilih tinggal di luar negeri karena alasan keamanan bagi dirinya dan keluarganya.

Padahal, sejumlah kasus hukum tengah menanti Rizieq Shihab. Polda Jawa Barat, misalnya, sudah melimpahkan berkas kasus penistaan lambang negara yang dilakukan Rizieq ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak akhir bulan April lalu. Menurutnya rencana perjalanan ke Arab Saudi bersama belasan anggota keluarganya dilakukan diam-diam untuk melindungi keselamatan anggota keluarga.


Sekitar sebulan sebelumnya, sebuah peluru disebutkan menembus menembus kamar tidur Rizieq di padepokannya di Mega Mendung, Jawa Barat.

Rizieq tak melaporkan kasus itu ke polisi, karena ragu polisi akan menindaklanjutinya. Dia membandingkan dengan kejadian bom mobil yang sempat mengancam dirinya dan jamaah yang sedang memperingati Isra Miraj beberapa waktu lalu.

Menurut Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, keputusan Rizieq Shihab menetap sementara di luar negeri karena mengkhawatirkan keselamatan atas diri dan keluarga dapat dipahami.

Natalius mengatakan, Komnas HAM akan mencari jalan untuk bisa menemui Rizieq dan menggali persoalan yang dihadapinya.

“Kami akan menemui ulama yang merasa dikriminalisasi oleh aparat negara. Kami tidak keberatan menemui beliau (Rizieq Shihab) di Arab Saudi sekalipun,” ujar Natalius Pigai dalam perbincangan dengan redaksi.

Pekan lalu, kelompok yang menamakan diri Alumni 212 mendatangi Komnas HAM dan meminta Komnas HAM melindungi ulama yang dikriminalisasi. Mereka juga meminta agar tuduhan makar yang dialamatkan kepada sejumlah tokoh nasional diusut tuntas. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya