Berita

Akbar Tandjung

Hukum

Akbar Tandjung: Rupanya KPK Masih Ingat Berbagai Kasus Mega Korupsi

KAMIS, 11 MEI 2017 | 19:15 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua DPR, Akbar Tandjung, menyarankan penyusunan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK tidak perlu dilanjutkan. Karena sejumlah fraksi sudah secara tegas menyatakan tidak mengirim perwakilan dalam Pansus yang akan dibentuk tersebut.

"Walaupun hak itu sudah dibahas dan cukup banyak fraksi yang memberikan dukungan, namun dalam kaitannya penyusunan Pansus ternyata banyak juga yang tidak mengirim (perwakilan), termasuk Golkar. Maka menurut saya, apa perlu ditindaklanjuti mengenai hak angket itu," ujar Akbar saat ditemui di kediamannya Jalan Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta, (Kamis, 11/5).

Apalagi, sambung Akbar, KPK saat ini tengah menangani kasus-kasus mega korupsi. Salah satunya korupsi pengadaan KTP elektronik dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).


Untuk itu Akbar menilai sudah sepatutnya DPR membiarkan KPK untuk tetap fokus menangani pemberantasan korupsi.

"KPK pun sudah memperlihatkan keseriusannya untuk melakukan berbagai upaya dalam pemberantasan korupsi. Yang terakhir ini kita lihat korupsi BLBI kembali dibuka. Kita kira selama ini KPK lupa, namun ternyata tidak. Artinya kan mereka (KPK) kerja," imbuh mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

Hak angket memang menjadi salah satu hak DPR dan tetap mungkin bisa digulirkan. Namun menurutnya, alangkah lebih baik untuk memprioritaskan proses-proses pemberantasan korupsi.

"KPK ini suatu lembaga institusi independen. Biarkan lah mereka berjalan sesuai aturan-aturan yang ada terutama yang diamanatkan undang-undang bahwa KPK merupakan produk penting," pungkasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya