Berita

megawat-ahok/net

Politik

Anak Buah Megawati Ini Minta Ahok Ambil Hikmah Atas Apa Yang Ditimpanya

KAMIS, 11 MEI 2017 | 13:27 WIB | LAPORAN:

PDIP masih belum bisa terima atas putusan 2 tahun penjara terhadap terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Politisi PDIP Darmadi Durianto menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak yakin bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu benar-benar telah melakukan penodaan agama Islam. Dalam hal ini ayat Alquran, Surat Al-Maidah 51.

Pasalnya menurut dia, Ahok merupakan orang yang sangat menghargai agama Islam, karena memang dia juga dibesarkan oleh keluarga muslim taat. Ahok bahkan pernah menjabat sebagai Bupati salah satu daerah yang penduduknya mayoritas muslim, Belitung Timur.


"Saya termasuk yang tidak percaya jika Ahok menodai agama, dengan melihat sejarah perjalanan Ahok dan pandangan-pandangannya," ujar politisi PDI Perjuangan Darmadi Durianto saat dihubungi, Kamis, (11/5).

Karenanya, Anggota VI DPR ini menduga putusan hakim sesungguhnya dipengaruhi oleh akibat desakan massa yang sangat masiv dan terus-menerus. Sehingga, lanjutnya, membuat para penegak hukum, termasuk hakim seakan tidak berdaya.

"Miris, jika melihat kelompok tertentu sangat berambisi supaya Ahok dipenjara, terus dicari kesalahannya," sesalnya.

Pihak Ahok kabarnya akan mengajukan banding atas putusan PN Jakut ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Darmadi berharap, ke depan, semua aparat dalam menangani kasus apapun haruslah menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya tanpa terpengaruh dengan desakan dari pihak manapun.

"Kami minta hukum ditegakkan sesuai amanah konstitusi, bukan dibawah tekanan kelompok tertentu. Ahok bukan penjahat atau teroris, dia pahlawan bagi warga Jakarta," imbuhnya.

Meski demikian, anak buah Megawati Soekarnoputri ini menghimbau Ahok untuk mengambil hikmah dari apa yang telah menimpanya. Sebab, dibalik musibah tersebut, Tuhan tentu punya rencana yang besar untuknya.

"Satyam Eva Jayate, kebenaranlah yang akhirnya menang," demikian Darmadi.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya