Berita

Sebastian Salang/Net

Politik

Incar Kursi Wagub DKI, Bukti Nafsu Gerindra Besar

KAMIS, 11 MEI 2017 | 13:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Gerindra tidak perlu memunculkan wacana untuk mengambil jatah kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang kosong sejak Djarot Saiful Hidayat ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini jadi terpidana penjara kasus penistaan agama.

Koordinator Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menyebut bahwa langkah gerindra mengambil jatah kursi wagub hanya akan menunjukkan nafsu untuk berkuasa. Terlebih, hanya hitungan bulan Gerindra akan menguasai ibukota usai Anies-Sandi dilantik pada Oktober nanti.

"Waktu sudah sangat mepet rasanya tidak perlu lagi. Kelihatan sekali Gerindra bernafsu untuk berkuasa. Bukankah sebentar lagi mereka akan memimpin Jakarta untuk 5 tahun ke depan," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/5).


Ia bahkan mencurigai ada maksud tertentu di balik nafsu partai besutan Prabowo Subianto yang begitu besar. Salah satu dugaannya, adalah agar Gerindra bisa ikut mengendalikan penyusunan APBD DKI yang saat ini masih disusun petahana.

"Dapat dicurigai oleh publik kalau ada niat tertentu di balik nafsu itu," pungkasnya.

Saat ini Gerindra tengah memunculkan wacana untuk mengambil jatah kursi wagub yang kosong tersebut. Hal ini mengingat Gerindra merupakan partai yang bersama PDIP mengusung Jokowi-Ahok pada Pilgub DKI 2012 lalu.

"Jadi bahasanya dimungkinkan bagi Mendagri mengisi kekosongan wagub yang merupakan haknya Gerindra. Karena PDIP-Gerindra yang mengusung di pilgub sebelumnya. Jadi ini wacana dan bahasanya jika dimungkinkan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono di salah satu televisi swasta sesaat lalu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya