Berita

Rombongan Presiden Joko Widodo Tinjau Trans Papua/Net

Politik

Jokowi Buktikan Negara Hadir Di Papua

KAMIS, 11 MEI 2017 | 07:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hal yang menarik dan menjadi perhatian publik dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Papua adalah mengendarai motor trail saat menyusuri jalan sepanjang 7 km yang tengah dibangun untuk meninjau langsung pembangunan jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu 1.

Jokowi, yang juga didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, sengaja mengendarai kendaraan roda dua tersebut agar merasakan betul kesulitan yang dialami selama proses pembangunan.

Demikian disampaikan anggota DPR Komisi XI, Maruarar Sirait, yang dalam pekan ini mendampingi Jokowi dalam kunjungan kerja Lintas Nusantara dari Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku Utara hingga Papua.


"Dengan cara ini, Pak Jokowi merasakan sulitnya jalan yang dilalui. Apalagi pihak-pihak yang pertama membuka jalan, meratakan dan membereskan proses pembangunan. Pembangunan ini juga merupakan bukti ada sinergi dan gotong royong antara TNI, pemerintah dan masyarakat setempat," ungkap Maruarar, saat dimintai pengalaman dan pendapatnya bersama Jokowi, pagi ini (Kamis, 11/5).

Di sisi yang lain, sambung Maruarar, ini juga membuktikan bahwa negara tetap hadir meskipun ada kondisi alam yang berat. Persoalan yang berat bukan alasan bagi pemerintah untuk tak menjangkau atau malah menghindari masalah.

"Kondisi alam di Wamena-Mamugu 1 sangat berat. Namun kerja keras Jokowi dengan tekad yang kuat dan komprehensif membuktikan bahwa negara hadir di tengah kondisi alam dan masalah yang sulit juga," ungkap Maruarar.

Menurut Maruarar, Presiden Joko Widodo merupakan sosok pekerja keras dan memiliki tekad yang kuat dalam bekerja, termasuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat di Papua. Jokowi misalnya terus membangun infrastruktur di Papua serta membuat kebijakan dan langkah-langkah strategis sehingga harga bahan bakar minyak (BMM) di Papua kini sama dengan harga BBM di Pulau Jawa.

Papua dengan medannya yang begitu sulit memang menjadi hambatan sekaligus tantangan tersendiri dalam membangun infrastruktur di sana. Oleh karenanya, untuk mengupayakan percepatan pembangunan jalan Trans Papua, Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan pihak TNI di awal pembangunan.

"Ini awalnya dikerjakan oleh TNI dulu. Saya tadi dengan Panglima lihat kesulitannya seperti apa. Kemudian setelah terbuka, baru Kementerian PU masuk untuk aspal, untuk mengikuti apa yang telah dikerjakan oleh TNI. Saya kira kalau duet ini dilakukan terus ini akan mempercepat," kata Presiden Jokowi, kemarin (Rabu, 10/5).

Keterlibatan TNI ini memang dirasa sangat diperlukan. Dengan medan yang berada pada ketinggian sekira 3.200 meter di atas permukaan laut menjadikan peranan mereka sangat krusial.

"Pembukaan lahan dulu oleh TNI untuk membentuk badan-badan jalan. Supaya masyarakat di seluruh Tanah Air tahu betapa sangat sulitnya membangun jalan di Papua karena tanahnya bergunung-gunung yang sangat tinggi," Presiden menerangkan.

Adapun ruas jalan yang disusuri oleh Presiden beserta rombongan kali ini merupakan salah satu ruas dari sekitar 4.300 kilometer Trans Papua yang sedang dalam proses pembangunan. Sepanjang 3.800 kilometer sudah berhasil dibuka oleh TNI dan diharapkan pada tahun 2019 nanti seluruh ruas jalan sudah terbuka dan dapat dilalui.

"Ini tadi kita berjalan di ruas dari Wamena menuju ke Kenyam sepanjang 287 kilometer. Memang yang teraspal baru 37 kilometer, tetapi ini akan terus dikerjakan," demikian Jokowi. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya