Berita

Hukum

Penanganan Kasus Novel Baswedan Tidak Jelas Ujungnya

RABU, 10 MEI 2017 | 20:38 WIB | LAPORAN:

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli KPK mendatangi kantor lembaga anti korupsi itu di kawasan Kuningan, Jakarta.

Mereka menemui Ketua KPK, Agus Rahardjo, dan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif. Tujuannya menanyakan perkembangan investigasi kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan.

"Kami datang ke KPK untuk menanyakan perkembangan kasus Novel. Dan juga pertanyakan pimpinan KPK yang terihat masih gamang dalam mendesak pengusutan pelaku dan dalang utama terhadap Novel," ujar Direktur Internasional Indonesia, Usman Hamid, usai bertemu dengan pimpinan KPK.


Jelang tiga puluh hari sejak penyidik senior KPK, Novel Baswedan, disiram air keras, Usman mengatakan seharusnya ada perkembangan hukum yaitu pengungkapan pelaku dan juga tokoh utama di balik serangan.

"Kami akan terus menyuarakan, meminta KPK  lebih tegas lagi dalam memastikan bahwa pelaku serangan terhadap Novel dan tokoh utamanya ditangkap dan diadili," imbuhnya.

Komisioner Indonesia Coruption Watch (ICW), Tama S Langkun, yang turut hadir di gedung KPK juga mengungkapkan bahwa mereka berencana mendatangi pihak kepolisian.

"Kami sudah persiapkan berbagai macam rencana terkait meminta update. Enggak hanya KPK, tapi kita juga akan ke kepolisan minta update bagaimana perkembangan investigasi," ujar Tama.

Menurut Tama, jika KPK maupun polisi tidak mampu untuk mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan Novel, sebaiknya negara segera membentuk tim independen investigasi.

"Agar penanganan perkara yang berhubungan dengan Novel ini jelas ujungnya," pungkas Tama. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya