Berita

Djarot Saiful Hidayat/Net

Politik

Jika Tulus Solider, Djarot Mestinya Tolak PLT Gubernur

RABU, 10 MEI 2017 | 09:57 WIB | LAPORAN:

Djarot Saiful Hidayat seolah mendapat pulung dengan dipenjaranya Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Ia diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta.

Pengamat politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin curiga ini keinginan lama PDI Perjuangan mendudukkan kadernya sebagai gubernur DKi Jakarta.

"Cukup dengan memanfaatkan dan berpura-pura mendukung Ahok, maka mendapat limpahan jabatan empuk dengan mudah tanpa perlu bersusah payah serta mengeluarkan modal," ujar Amin melalui pesan whatsappnya, Rabu (10/5).


Amin mengatakan, bisa jadi benar desas-desus PDIP memiliki agenda besar di balik mencalonkan dan mendukung Ahok dalam Pilkada Jakarta lalu. Begitu Ahok terpilih akan dijerumuskan dengan sejumlah kasusnya ke penjara, kader beringin dipersiapkan untuk mengganti posisinya.

"Terbukti kalah pun PDIP tetap menikmati kemenangan di atas penderitaan Ahok," terangnya.

Menurut dia, bila PDIP mau fair dan sepenanggungan dengan Ahok, maka berkaca pada pernyataan Djarot yang seolah ingin menunjukkan sikap solider dengan mengajukan diri sebagai penangguh penahanan Ahok. Seakan sangat patriotik Djarot menyatakan siap menggantikan Ahok masuk  penjara.

"Tentu logisnya seseorang tidak dapat menggantikan hukuman pidana penjara orang lain. Jadi ini statement omong kosong belaka. Seolah heroik tapi penuh kedustaan," sindir Amin.

Karena itu, tegas Martimus, jika PDIP serius ingin membuktikan kepada publik solider dengan Ahok, maka Djarot secara moral semestinya menolak jabatan PLT gubernur, dan mengundurkan diri dari jabatannya.

"Ini baru benar," cetusnya.

"Ahokers tulen harusnya menyadari, bahwa sesungguhnya Ahok hanyalah alat yang dimanfaatkan," imbuhnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya