Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Jelang Ramadhan, Pemerintah Harus Pastikan Lagi Kestabilan Harga

RABU, 10 MEI 2017 | 08:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dalam menghadapi bulan Ramadhan yang tinggal beberapa minggu lagi, Pemerintah dituntut memberikan perlindungan pada konsumen Indonesia dengan menjaga kestabilan harga bahan pokok sampai di tingkat pengecer

Pemerintah juga diminta menindak importir yang gagal menjaga pasokan kebutuhan bahan pokok serta memberikan sanksi kepada importir, distributor, dan pedagang pengecer, yang memainkan harga.

Tuntutan tersebut tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Advokasi Konsumen Muslim Indonesia (AKMI), Muhammad Ridha, dalam keterangannya pagi ini.


Pernyataan AKMI ini menyusul kenaikan harga bawang putih di Malang, Lampung dan Palangkaraya, kemarin. Padahal baru akhir bulan April kemarin, Menteri Pertanian menyatakan bahwa ketersediaan bahan pokok sebelum Ramadhan cukup.

"Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai angka 40%. Di Malang, harga naik Rp. 35.000 menjadi Rp. 50.000 per kilo. Di Palangkaraya naik dari Rp. 35.000 ke Rp. 50. 000 per kilo. Di pasar Lampung harga naik dari harga Rp. 55.000 ke Rp. 70.000 per kilo," jelas Ridha.

Dia menjelaskan produksi bawang putih di dalam negeri sangat jauh dari angka kebutuhan konsumen. Kebutuhan bawang putih di seluruh Indonesia sekitar 510 ribu ton per tahun. Angka ini didapat dari asumsi kebutuhan 2 kilogram per kapita per tahun. Dengan perkiraan penduduk Indonesia  sebanyak 255 juta jiwa.

"Dari angka tersebut 95%  persen dipenuhi dari impor. Negara asal utamanya adalah China.  Hanya 5% kebutuhan yang dihasilkan di dalam negeri. Artinya setiap bulan konsumen Indonesia membutuhkan 42,5 ribu ton," ungkapnya.

Dalam hal kenaikan harga yang tak wajar seperti sekarang ini, dia menambahkan, konsumen selalu menjadi korban. Pedagang eceran di pasar hanya menyesuaikan dari harga yang mereka dapat dari distributor. Persoalan bawang putih ini sudah jelas berujung pada importir. Sebanyak 95% kebutuhan bawang putih nasional ada di tangan importir tersebut.

"Dengan demikian, kendali harga ada di tangan mereka. Pemerintah, lebih tepatnya Menteri Perdagangan, bertanggung jawab terhadap kondisi ini. Pernyataan Menteri Pertanian, yang menjamin harga bahan pokok stabil sebelum Ramadhan, terbukti tidak sesuai kenyataan," bebernya.

Kenaikan harga bawang putih secara tak wajar ini menjadi peringatan bagi pemerintah. Tidak tertutup kemungkinan bahan pokok lainnya akan mengalami kenaikan. Persoalan ini harus diatasi segera oleh pemerintah.

"Pihak-pihak yang telah memainkan harga bahan pokok ini harus segera diberantas dan diberikan sanksi," tegasnya.
 
Karena itu, selain menuntut memberikan perlindungan pada konsumen Indonesia dengan menjaga kestabilan harga bahan pokok  dan menindak importir yang gagal menjaga pasokan kebutuhan bahan pokok, AKMI juga mendorong pemerintah untuk memberdayakan petani Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dalam negeri (swasembada). [zul]

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

ANTAM Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasional

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:11

Purbaya Tak Tahu Menahu Anggaran Rp100 Miliar untuk Sapi Kurban Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:10

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Momen Cek Arah Kiblat

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Erdogan Serukan Solidaritas untuk Gaza dalam Pesan Iduladha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Menkes Ungkap Penyebab Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57

Warga Pati Jadi Korban Penipuan Masuk Akpol Bayar Rp1,5 Miliar

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:37

Politisi PDIP Minta Indonesia Serius Tangani Regulasi Soal AI

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:25

Putusan MK Momentum Benahi Kaderisasi Politik Perempuan

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:20

Bandar Sabu Ngamuk saat Ditangkap, Polisi Kena Tusuk

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:15

Arus Kendaraan Melonjak Hampir 9 Persen, Jalur Trans Jawa-Bandung Paling Padat

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:11

Selengkapnya