Berita

Yasonna Laoly/net

Hukum

Yasonna Pecat Kepala Rutan Sialang Bungkuk Dan Dua Anak Buahnya

SENIN, 08 MEI 2017 | 20:47 WIB | LAPORAN:

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, memecat tiga pejabat di rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau.

Pemecatan ini merupakan buntut dari kerusuhan yang mengakibatkan lebih dari 400 tahanan kabur dari Rutan. Pemecatan secara tidak hormat dilakukan kepada Kepala Rutan, Teguh Triahatmanto. Dua anak buahnya yang menjabat Kepala Pengamanan dan Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, juga diberhentikan.

Yasonna mengakui, pemecatan kepada pejabat Rutan yang mengabaikan tangung jawab bukan pertama kali ia lakukan. Namun, pemecatan-pemecatan sebelumnya tidak pernah ia ekspos ke publik.


Mantan anggota DPR tersebut menambahkan, pemecatan terhadap tiga pejabat Rutan Sialang Bungkuk bukan berarti menghentikan penyelidikan dugaan pungutan liar dan kelalaian sipir yang dilakukan jajaran kepolisian. Yasonna menegaskan, ia tetap menyerahkan kasus Rutan Sialang Bungkuk kepada pihak kepolisian

"Kami minta juga kepada Kapolda Riau untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak dan oknum yang melakukan tindakan pelanggaran pungli atau pemerasan kepada narapidana," ujar Yasonna saat konferensi pers di kantornya jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (8/5).

Lebih lanjut, Yasonna menjelaskan, ketiga Pejabat tersebut digantikan sementara oleh  Anzhar sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Pekanbaru dan Jefriadi sebagai Plh. Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Pekanbaru. Mereka ditunjuk untuk pemulihan sementara.

Ada 448 warga binaan Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, melarikan diri ketika akan melaksanakan salat Jumat pada Jumat 5 Mei 2017, dengan cara membobol pintu Rutan tersebut.

Warga binaan kabur setelah ada kerusuhan yang dipicu tuntutan dari para narapidana. Mereka memprotes soal kelebihan jumlah orang dalam tiap ruangan atau sel Rutan. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya