Berita

hotma/rmol

Hukum

Temui Setya Novanto, Hotma: Saya Tidak Tahu Mau Bertanya Pada Siapa Lagi

SENIN, 08 MEI 2017 | 13:13 WIB | LAPORAN:

Pengacara Hotma Sitompul membenarkan bahwa dirinya pernah bertemu dan bertanya terkait proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) kepada Setya Novanto.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nomor 11 yang dibacakan Jaksa KPK, Irene Putri disebutkan bahwa pertemuan Hotma dan Setya untuk menanyakan chip yang dibeli dari Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos tidak bisa digunakan.

"Oh iya, saya bertemu untuk tanya dan dia bilang enggak tahu apa-apa," kata Hotma saat bersaksi di persidangan ke 13 perkara korupsi eKTP di pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Senin (8/5).


"Kenapa harus Setya Novanto yang harus saudara tanya?,"tanya Jaksa Penunutut Umum (JPU).

"Saya tidak tahu harus bertanya pada siapa lagi. Karena hanya dia yang saya kenal," jawab Hotma.

Menurut Hotma, sebelum menemui Novanto, ia mendengar banyak pihak yang terlibat dalam kasus korupsi terkait pengadaan e-KTP.  Dalam kasus e-KTP, Hotma pernah diminta memberikan pendampingan hukum bagi terdakwa Sugiharto.

Saat itu, Sugiharto dan ketua panitia pengadaan e-KTP dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan melakukan penipuan, penggelapan, pelanggaran praktek monopoli dan persaingan usaha, serta pelanggaran keterbukaan informasi publik.

Selain itu, Hotma juga pernah menjadi kuasa hukum untuk Paulus Tanos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.

PT Sandipala merupakan salah satu anggota Konsorsium pemenang lelang proyek e-KTP.[san]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya