Berita

Bastian P. Simanjuntak

Politik

Soal Reklamasi, Luhut Harus Hormati PTUN Serta Gubernur-Wagub DKI Terpilih

SENIN, 08 MEI 2017 | 03:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kengototan Menko Maritim Luhut Pandjaitan untuk meneruskan proyek reklamasi disesalkan. Karena selain dibatalkan oleh PTUN, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih pun sudah sejak awal menyatakan akan menghentikan proyek tersebut.

"Ini adalah tontonan yang kurang elegan buat masyarakat," tegas Bastian P. Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), dalam keterangannya (Senin, 8/5).

Dia mengingatkan seharusnya Menko Luhut menghormati keputusan pengadilan dan taat hukum serta menghormati wewenang Gubernur baru yang mempunyai kebijakan untuk menghentikan proyek reklamasi tersebut.


"Luhut tidak boleh memaksakan kehendaknya karena akan merugikan nama baiknya sendiri dan juga bisa merugikan kepentingan rakyat," ujarnya.

Lebih jauh dia menambahkan proyek reklamasi sejak sejak awal sudah menjadi polemik yang berkepanjangan. Dari penentangan nelayan teluk Jakarta, penggusuran masyarakat di pesisir pantai, masalah perizinan dan juga masalah suap-menyuap, yang diungkap KPK.

"Luhut harus menyadari bahwa kasus reklamasi ini sudah menjadi perhatian publik. Dimana publik sudah mengetahui secara detail permasalahan-permasalahan yang ada dibalik proyek reklamasi tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari media massa baik cetak, elektronik maupun online," tandasnya.

Sebelumnya Luhut mengaku akan mengundang semua stakeholder, termasuk yang menentang reklamasi itu untuk berbicara. "Biar jangan bicara di koran saja. Coba bicara secara ilmiah. Di mana salahnya, bawa datanya," tantang Luhut saat ditemui di kawasan Pelelangan Ikan Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu (6/5).

Dia menegaskan pengerjaan proyek reklamasi bersama pembangunan tanggul raksasa di pesisir Jakarta yang dikenal dengan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) ini bukan proyek asal-asalan yang diajukan tanpa pertimbangan mendalam. Proyek tersebut dikerjakan karena pihaknya tidak ingin negeri ini rusak. "Jadi, jangan terus menuduh macam-macam. Asal ngomong saja," ujarnya.

Karena itu, dia menambahkan, kalau kajian yang dilakukan  Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dia akan undang gubernur-wagub terpilih untuk membicarakan keberlanjutan proyek tersebut. "Nanti kalau sudah selesai, saya akan undang," katanya. [zul]

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dalam Film Pesta Babi

Kamis, 28 Mei 2026 | 00:10

Geopolitik Tembaga: Peran Indonesia dalam AI Supply Chain

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:43

Pakar IPB Ungkap Fakta di Balik Perbedaan Daging Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:17

Athari Gauthi Tebar Sapi Kurban Lewat Jalur Parlemen Daerah

Rabu, 27 Mei 2026 | 22:30

AMPI Gerakkan Solidaritas Pemuda Lewat Penyaluran Kurban Sapi

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:46

PTK Pastikan Operasional Maritim Tetap Jalan Selama Libur Iduladha

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:37

Menlu Sugiono: Kunjungan Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:10

Purbaya Samakan Dirinya dengan Nabi Yusuf: Sama-sama Menteri Keuangan

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:08

Jokowi Ingin Pamer Kekuatan ke Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56

Istana: 1.098 Sapi Kurban Merupakan Bantuan Pemerintah lewat Banpres

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:33

Selengkapnya