Berita

HTI/net

Hukum

Pembubaran HTI, Wiranto: Pemerintah Tidak Mau Gegabah

SABTU, 06 MEI 2017 | 18:51 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menegaskan organisasi masyarakat (ormas) yang bertentangan dengan Pancasila sudah tentu akan dibubarkan. Hal itu kata Wiranto juga sudah dibahas dengan Presiden Joko Widodo mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah.

"Kita sudah mendengarkan pernyataan Presiden bagaimana menangani ormas-ormas yang nyata-nyata bertentangan dengan ideologi negara. Dan memang di Kemenko Polhukam, tempatnya di situ," kata Wiranto saat ditanyai tanggapannya mengenai isu pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) usai jadi pembicara di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/5)

Sejauh ini kata Wiranto pihaknya sudah sejak lama mempelajari perilaku ormas-ormas yang ada di Indonesia. Wiranto menegaskan jika keberadaan ormas tidak mengambil bagian dari satu proses pembangunan di Indonesia memang harus bubar. Wiranto pun mengakui pihaknya sebetulnya sudah mendeteksi keberadaan ormas yang bertentangan dengan Pancasila tersebut. Namun demikian dia tidak akan langsung gegabah untuk membubarkan.


"Ya, sudah (terdeteksi) tapi enggak bisa kita diskusikan di depan saudara-saudara sekalian. Tapi pasti pemerintah sudah melakukan langkah-langkah itu. Dan pemerintah tidak mau gegabah untuk melarang, membubarkan. Keberadaan ormas harus memberikan manfaat bagi pembangunan bangsa ini," beber Wiranto.

Mantan panglima ABRI era Suharto ini menegaskan kehadiran ormas di Indonesia tidak boleh justru mengganggu ketenteraman publik. Ormas pun imbuh Wiranto tidak boleh membuat ideologi negara jadi rancu.

"Kalau keberadaannya merancukan ideologi negara yang sudah kita sepakati, yang merupakan kesepakatan kolektif bangsa yang sudah final, tentunya tidak layak hidup di Indonesia," demikian Wiranto.[san]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya