Berita

Jusuf Kalla/net

Hukum

PILKADA JAKARTA

Zulhas: JK Sadar Punya Pengaruh Besar

JUMAT, 05 MEI 2017 | 16:39 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menanggapi bantahan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang sebelumnya ia sebut berperan besar dalam pencalonan Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta.

Bagi Zulkifli, atau yang biasa disapa Zulhas, pengakuan JK bahwa dirinya hanya memberi saran untuk pencalonan Anies adalah klaim yang biasa dilakukan politikus yang berpengaruh besar.

Zulhas malah menegaskan bahwa JK adalah politikus senior yang punya rekam jejak tak diragukan dalam perpolitikan nasional. Sudah tentu JK sadar sarannya akan berpengaruh besar.


"Kan Pak JK bilang cuma berikan saran. Ya, sebagai politisi senior, Wakil Presiden RI dua kali, pernah jadi ketua umum, tokoh Islam berpengaruh, tentu dia sadar punya pengaruh politik, terutama terhadap partai  Saran-sarannya pasti punya pengaruh besar. Jadi kita ingat dan hargai," kata Zulhas kepada wartawan di sela acara sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI di Politeknik Negeri Lampung, Jumat (5/5).

Beberapa hari lalu, Zulkifli mengungkapkan kisah di balik penetapan Anies Baswedan untuk berpasangan dengan Sandiaga Uno. Pasangan itu akhirnya resmi diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebelumnya nama Anies tidak masuk hitungan Prabowo, Gerindra, dan partai koalisi. Nama yang muncul sebagai pendamping Sandiaga adalah Yusril Ihza Mahendra dan Agus Harimurti Yudhoyono. Tetapi, berkat "intervensi" Kalla, Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra akhirnya menyetujui Anies sebagai calon gubernur.

"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah," kata Zulkifli.

Namun soal intervensi itu dibantah JK. Namun, dia mengakui berkomunikasi dengan Prabowo Subianto untuk memilih Anies.

"Saya kan ke luar negeri waktu itu. Tentu berbicara, apa salahnya. Kita bicara dengan pimpinan partai agar semuanya hasilnya baik, negara aman, maju, dan damai. Coba sekarang, damai kan?" ujar JK, setelah meresmikan pembukaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis kemarin (4/5).

JK tak sepakat jika komunikasi yang dilakukannya disebut sebagai intervensi

"Kalau orang berbicara, memangnya intervensi? Masak saya tidak bisa bicara. Kalau saya bicara sama Anda, intervensi enggak? Enggak kan? Kalau orang berbicara kan boleh saja. Apa salahnya? Semua teman saya," ujar JK lagi.

JK mengatakan, siapapun punya hak yang sama untuk memilih dan dipilih dalam kontes demokrasi seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Dan menurut dia, pencalonan Anies adalah keputusan yang tepat. Ia menilai Anies sebagai sosok mumpuni untuk memimpin Ibu Kota.

"Anies, orang yang sangat moderat didampingi pengusaha, orang punya pengalaman, orang dekat Jokowi. Dia (Anies) jubirnya (Jokowi) selama enam bulan mendampingi. Tidak ada orang paling dekat dengan Pak Jokowi selain Anies selama kampanye, tidak ada orang lain," ucapnya.

"Karena itu orang paling tepat waktu itu agar negeri ini aman, maju, serta tidak ada fitnah hanya itu (Anies). Oleh karena itulah maka ya tentu saya bicara dengan teman-teman yang bersedia, sepaham dengan saya," tutup JK. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya