Berita

Hukum

Pemuda PUI: Kalau Hukum Kasus Ahok Tak Ditegakkan, Terjadi Gejolak Sosial

JUMAT, 05 MEI 2017 | 06:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ratusan ribu bahkan disebut-sebut akan mencapai jutaan umat Islam akan menggelar long-march dari Masjid Istiqlal menuju gedung Mahkamah Agung, Jakarta usai shalat Jumat nanti.

Aksi simpatik 55 tersebut merupakan dorongan kepada hakim untuk memutuskan kasus Penistaan Agama dengan Terdakwa Basuki T. Purnama dengan seadil-adilnya. Umat meminta agar hukum ditegakkan.

"Kita umat Islam hanya menginginkan keadilan hukum," tegas Ketua Umum PP Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Raizal Aripin pagi ini.


Dia mengkhawatirkan kasus isu penistaan agama dibiarkan tanpa keadilan, rentetan sikap rasis, terutama menodai agama akan menjadi ajang penghinaan yang tidak berkesudahan. Satu sama lain tidak saling menghormati.

Terbukti, karena kasus Ahok yang tidak direspon cepat, terus bermunculan sikap rasisme terhadap kelompok-kelompok masyarakat maupun individual. Seperti yang diucapkan orang yang bernama Steven, Nathan, dan sejumlah sikap rasis yang banyak beredar di media sosial.

"Tanpa keadilan hukum dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, akan menimbulkan gejolak sosial yang lebih luas," tandasnya.

Karena itu, dia memastikan desakan agak Ahok dihukum akibat perbuatannya tersebut bukan persoalan Pilkada DKI Jakarta. Dengan demikian, jangan sampai ada anggapan Pilkada usai apalagi Ahok kalah, umat Islam menjadi tidak peduli terhadap kasusnya.

"Kasus ini telah membuka celah adanya penghinaan terhadap keyakinan agama yang lain. Dan, bisa dilihat. Jutaan orang hadir ke Jakarta sebagai sikap ada persoalan kebangsaan yang harus diselesaikan bersama," ucapnya.

Sementara itu, Ketua III PP Pemuda PUI Yogi Agus Salim menambahkan Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kehormatan hukum. Umat Islam Indonesia, menurutnya, cukup bersabar terhadap kasus Ahok.

"Dengan dihukumnya secara maksimal pada kasus Ahok, masyarakat Indonesia akan berhati-hati dalam berujar. Tidak mudah menebar kebencian terhadap keyakinan. Dan gejolak konflik sosial akan bisa diminimalisir," timpal Maman Abdurrahm, Ketua II PP Pemuda PUI. [zul]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya