Berita

Politik

Menteri Puan Diangkat Jadi Warga Kehormatan Fatayat NU

JUMAT, 05 MEI 2017 | 00:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rakernas Fatayat NU merupakan momentum silaturahmi sekaligus forum yang bermanfaat, khususnya bagi Fatayat NU dan umumnya bagi bangsa Indonesia dalam membangun dan memajukan bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Fatayat NU Tahun 2017, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis malam (4/5).

Pada acara yang dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Wilayah Fatayat NU dari 34 Provinsi di Indonesia itu, Menko PMK secara resmi diterima sebagai anggota kehormatan Fatayat NU yang ditandai dengan penyematan jas oleh Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini dan pemberian kartu anggota NU oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
 

 
"Kegiatan Rakernas ini sangat tepat waktu di saat masyarakat menunggu upaya-upaya kongkrit Pemerintah bersama-sama dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mencari alternatif jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di bidang pembangunan manusia dan  kebudayaan," kata Puan.

Menurutnya lagi, Pemerintah terus berupaya keras dalam membangun generasi yang berkarakter dan berbudi luhur. Salah satunya melalui diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016 tentang  Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang saat ini gencar disosialisasikan dan dilaksanakan dalam setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Pada tangggal 3 Mei 2017 lalu, Menko PMK juga telah menandatangani suatu naskah kesepahaman bersama dengan Nahdlatul Ulama yang diwakili Ketua Umum KH Said Agil Siradj dalam menjalankan Gerakan Nasional Revolusi Mental, sebagai upaya mencapai kemaslahatan bersama dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
GNRM dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, termasuk Fatayat NU, untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong. Gerakan Nasional Revolusi Mental bertujuan untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.
 
Proses membangun budaya bangsa yang bermartabat dan berkarakter luhur tentunya sangat membutuhkan peran kaum perempuan. Dalam kesempatan ini, Menko PMK menegaskan kembali peran penting dan strategis kaum perempuan dalam membangun peradaban sebuah bangsa yang maju dan luhur dengan mengutip sebuah ungkapan yang sarat makna tentang peran perempuan.
 
"Perempuan adalah tiang negara, jika perempuannya baik maka baiklah negaranya, dan jika perempuannya rusak, maka hancurlah negaranya. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, jika ibu mempersiapkan mereka dengan baik, maka ibu telah mempersiapkan bangsa yang baik dan kuat," tegas Menko PMK.
 
Fatayat NU, yang merupakan kumpulan kaum perempuan usia 25-40 tahun, mempunyai peran penting dan strategis dalam membangun peradaban luhur suatu bangsa ke depan. Dengan peran itu, Fatayat NU diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai luhur bagi generasi selanjutnya, sehingga bangsa Indonesia diharapkan akan menjadi bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.
 
Pada Rakernas  yang dilaksanakan dari tanggal 4 Mei hingga 7 Mei 2017 di Palangkaraya ini, Menko PMK mengharapkan agar pelaksanaannya berjalan lancar, mencapai tujuan yang diharapkan, serta menghasilkan keputusan, rekomendasi dan program yang membangun bagi perbaikan bangsa ke depan. Selain itu, diharapkan rakernas membawa kemashlahatan bagi seluruh anggota Fatayat NU dan bangsa Indonesia.
 
Di akhir sambutannya, Menko PMK mengajak seluruh komponen bangsa, organisasi kemasyarakatan yang berbasis keagamaan, khususnya Fatayat NU, untuk selalu mewujudkan dan menjaga kondisi damai dan kondusif sehingga NKRI senantiasa terjaga dan lestari. Tak lupa Menko PMK berharap agar seluruh anggota Fatayat NU berperan aktif membangun kerukunan dan toleransi dimulai dari lingkungan masing-masing. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya